5 September 2012

Bola Voli

Sejarah Bola Voli

Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan, seorang pembina pendidikan jasmani di Young Men's Christian Association (YMCA) di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Morgan memutuskan untuk menggabungkan elemen-elemen dari bola basket, baseball, tennis, dan bola tangan untuk membuat permainan bagi perkumpulan pebisnis yang menginginkan kontak fisik yang lebih sedikit dari bola basket. Morgan mengambil net yang dipergunakan untuk tennis dan menaikkannya sedikit lebih tinggi dari tinggi rata-rata pria.

william-g-morgan

Kemudian, permainan bola voli ini terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan menuju sebuah permainan yang modern. Perubahan dimulai dari peralatan bermain, seperti bola dan jaring/net. Setelah itu, Morgan memesan bola voli kepada perusahaan alat-alat olahraga sehingga bola tersebut hampir sama dengan bola yang digunakan dalam permainan bola voli sekarang ini.

Morgan memperkenalkan permainan ini dengan nama "minonnete". Tidak lama kemudian, Dr. Halsted Springfield menyarankan agar Morgan mengganti nama minonnete menjadi "Volleyball". Young Men Christian Association (YMCA) menyelenggarakan kejuaraan nasional bola voli yang pertama pada 1922. Pada 1929, Amerika Serikat menjadi organisasi bola voli nasionalnya yang diketuai oleh dr. George J. Fisher dari New York.

Perkembangan dan kemajuan permainan bola voli terus mengamali peningkatan, sampai memasuki daratan Eropa TImur, seperti Uni Soviet, Cekoslowakia, dan Rumania. Pada tahun 1961, organisasi bola voli Pakistan menyelenggarakan kejuaraan di Karachi, Pakistan Barat. Kejuaraan tersebut diberi nama "Morgan Cup Tournaments" sebagai penghormatan kepada William G. Morgan atas jasanya menciptakan permainan bola voli. Kejuaraan tersebut diikuti oleh tiga negara, yaitu Pakistan, Jepang, dan Indonesia.

Permainan bola voli di Indonesia mulai masuk pada 1928. Permainan ini mulai diperkenalkan oleh guru-guru dan serdadu Hindia Belanda. Pada PON II tahun 1952, permainan bola voli sudah termasuk salah satu cabang yang dipertandingkan. Pada saat itu, Indonesia belum memiliki induk organisasi bola voli. Barulah pada 22 Januari 1955 lahir induk organisasi permainan bola voli di Indonesia, yaitu Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Berdirinya organisasi ini dipelopori oleh klub bola voli Surabaya (IBVOS) dan klub bola voli Jakarta (PERVID) yang diprakarsai oleh W.J. Latumeten, sekaligus sebagai ketua PBVSI pertama.


Peraturan Permainan
Berikut ini merupakan beberapa peraturan permainan yang ditetapkan oleh Federation Internationale de Volleyball (FIVB) dan PBVSI.
  1. Lapangan :
  2. lapanganvoli
    • Jarak dari garis serang ke garis pemisah permainan adalah tiga meter.
    • Jaring/Net. Panjang 9 m (sesuai lebar lapangan), lebar 1 m (terdiri atas 10 buah mata jaring, ukuran 10x10 cm)
    • Tinggi jaring/net. Untuk putra 2,43 m dan putri 2,24 m
  3. Bola :
  4. bola-voli
    • Berbentuk bundar/bulat
    • Terbuat dari kulit lunak atau bahan sintesis
    • Garis lingkaran 65-67 cm dengan berat 260-180 gram
    • Terdiri dari satu warna cerah atau kombinasi warna
  5. Jumlah pemain. Suatu permainan dilakukan oleh dua regu, yang masing-masing terdiri atas enam orang pemain termasuk seorang libero.
  6. Perlengkapan pemain.
    • Baju kaos olahraga bernomor punggung dan bernomor dada.
    • Celana pendek, pada bagian paha kanan terdapat nomor.
    • Kaos kaki dan sepatu karet
  7. Penilaian.
    • Akibat kesalahan reli
      • Apabila pelaku servis memenangkan reli, timnya memperoleh satu angka dan harus melanjutkan servis.
      • Apabila pelaku servis gagal/kalah dalam reli, regu penerima memperoleh satu angka dan berhak melakukan servis.
    • Kemenangan dalam setiap set
      • Suatu set (kecuali set V) dimenangkan oleh suatu regu yang lebih dahulu mendapat angka 25 dengan minimal selisih dua angka
      • Dalam kedudukan 24-24, permainan dilanjutkan sampai selisih dua angka (26-24, 27-25, dst.)
      • Dalam kedudukan kemenangan set 2-2, set penentuan (set V) dimainkan hingga angka 15 dengan selisih minimal dua angka (16-14, 18-16, dst.)
      • Jika suatu regu menolak untuk bermain setelah dipanggil, regu tersebut dinyatakan kalah 0-3 dan 0-25 untuk setiap set.
  8. Memainkan bola.
    • Pukulan regu.
      • Suatu regu berhak memukul bola maksimal tiga kali (di samping bendungan) untuk mengembalikan bola itu ke lapangan lawan.
      • Pukulan bola dari regu tidak hanya pukulan yang disengaja oleh pemain, tetapi termasuk juga sentuhan pada bola yang tidak disengaja.
      • Seorang pemain tidak boleh memukul bola dua kali secara berturut-turut
    • Sentuhan yang serentak.
      • Dua atau tiga pemain boleh menyentuh bola pada saat yang sama
      • Jika dua atau tiga pemain seregu menyentuh bola secara serempak, hal itu dihitung sebagai dua atau tiga pukulan (kecuali pada bendungan)
      • Jika dua atau tiga pemain seregu menjangkau bola tetapi hanya seorang pemain yang menyentuhnya, dihitung satu pentulan. Jika para pemain bertabrakan, hal itu bukan suatu kesalahan.
      • Jika terjadi sentuhan yang serempak dengan lawan di atas net dan bola tetap dalam permainan, regu penerima boleh memainkannya lagi sebanyak tiga kali pukulan. 
      • Jika bola tersebut "keluar", hal itu merupakan kesalahan dari regy pada petak lapangan di seberang jatuhnya bola. 
      • Jika sentuhan serempak dengan pihak lawan mengarah terjadinya "bola tertahan" atau held ball, hal itu merupakan suatu kesalahan ganda dan reli diulang kembali. 
    • Pukulan yang dibantu. 
      • Seorang pemain tidak diperkenankan mendapat bantuan dari teman seregunya atau struktur atau objek lain dalam usaha untuk meraih bola. Meskipun demikian, seorang pemain yang akan melakukan suatu kesalahan (menyentuh net atau menginjak atau melewati garis tengah) boleh ditahan atau ditarik kembali oleh teman seregunya.
    • Karakteristik pukulan.
      • Bola boleh disentuh dengan satu bagian tubuh dari ujung kaki ke atas.
      • Bola harus dipukul dengan baik dan tidak tertahan (termasuk diangkat, didorong, diantar atau dilempar). Bola itu dapat dipantulkan ke berbagai arah.
      • Bola boleh menyentuh beberapa bagian tubuh asal sentuhnannya berlangsung secara serempak.
        • Pada bendungan, sentuhan bola dengan seseorang atau lebih pembendung boleh terjadi secara berurutan, asalkan sentuhan itu terjadi dalam satu tindakan.
        • Pada pukulan pertama dari suatu regu, kecuali kalau bola itu dimainkan dengan passing atas menggunakan jari tangan, bola boleh menyentuh beberapa bagian tubuh secara berurutan, asalkan sentuhan itu terjadi dalam satu tindakan.
    • Kesalahan dalam memainkan bola.
      • Empat kali pukulan : satu regu memukul bola empat kali ketika mengembalikannya.
      • Pukulan yang dibantu : seorang pemain mendapat bantuan dari teman seregunya atau struktur atau objek dalam usaha meraih bola
      • Bola tertahan : seorang pemain tidak memukul bola secara baik
      • Sentuhan ganda : seorang pemain memukul bola dua kali secara berturut-turut atau bola menyentuh beberapa bagian tubuhnya secara berturut-turut.

Formasi Pemain ialah sebuah bentuk pengaturan posisi pemain dari suatu tim, baik pada waktu menyerang ataupun bertahan. Dilihat dari susunannya, posisi pemain di lapangan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu posisi pemain depan dan posisi pemain belakang. Pemain depan biasanya bertugas sebagai penyerang sekaligus juga sebagai pembendung serangan dari lawan, sedangkan pemain belakang efektif berperan sebagai pemain bertahan. 

Pada dasarnya, posisi-posisi dalam permainan bola voli tersebut terbagi atas empat bagian yaitu :
  • Pengumpan (toaster atau tosser). Pengumpan dalam permainan bola voli umumnya hanya seorang saja dan merupakan inspirator atau pengatur serangan. Pada waktu melaksanakan tugasnya di lapangan, dia harus selalu menempatkan posisinya sedemikian rupa di daerah serang, dan berhak penuh mengambil bola kedua dengan sebaik-baiknya untuk diteruskan kepada pemukul.
  • Pemukul (smasher atau spiker). Pemukul biasanya menempati posisi di daerah depan dan bertugas menyeberangkan bola sekeras-kerasnya ke lapangan lawan dengan tujuan agar lawan sulit atau tidak bisa menguasainya. Posisi pemain depan dalam kondisi tertentu bisa saja melakukan bola tipuan. 
  • Pembendung (blocker). Posisi pemain depan juga bertanggung jawab penuh terhadap serangan lawan. Ia berusaha menutup ruang gerak pukul lawan di daerah serang.
  • Penutup (cover). Penutup ialah pemain yang tidak melakukan bendungan dan bertugas menutup daerah kosong di sekitar bendungan.

Teknik Bermain Bola Voli
Setiap pemain sebaiknya dapat menguasai teknik bermain bola voli dengan baik. Hal ini akan membantu kesiapan pemain dalam menghadapi permainan di lapangan. Berikut adalah beberapa teknik bermain bola voli yang perlu diperhatikan oleh setiap pemain. Teknik dasar bermain bola voli ini dapat dikuasai melalui proses latihan yang baik.
  • Servis atas.
    • Berdiri sambil memegang bola dengan satu tangan. Tempatkan salah satu kaki yang berlawanan dengan tangan pemukul di depan.
    • Lambungkan ke atas melewati kepala, pukul bola tersebut dengan mengayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan. (ke arah bola)
    • Lakukan gerakan lenjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan dan meluruskan tangan pemukul ke depan mengikuti arah bola.
  • Mengumpan Bola. Berdasarkan arah datangnya bola, ada dua jenis teknik mengumpan bola, yaitu mengumpan bola atas dan mengumpan bola bawah.
    • Mengumpan bola atas. Berdiri rileks, kedua kaki dibuka selebar bahu dengan posisi sejajar (bisa juga posisi salah satu kaki di depan), pandangan diarahkan pada bola. Tekuk kedua lutut sedikit dan tempatkan kedua tangan di depan muka. Kedua sikut ditekuk, kedua tangan dibuka rileks. Doronglah bola dengan kedua telapak tangan sambil meluruskan kedua lengan (gerakan lanjutan) dan dibantu dengan meluruskan kedua tungkai.
    • Mengumpan bola bawah. Berdiri rileks, kedua kaki dibuka lebar dengan posisi sejajar (dapat juga posisi salah satu kaki di depan), pandangan diarahkan pada bola. Tekuk kedua lutut sedikit dan tempatkan kedua lengan lurus di depan badan dengan kedua tangan saling bertautan. Ayun kedua tangan dari bawah ke atas (ke bola) dibantu dengan meluruskan kedua tungkai.
  • Memukul bola keras (Smash).
    • Lambungkan bola melewati kepala, lentingkan badan sedikit ke belakang, kemudian gerakkan badan ke depan disertai gerakan mengayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan (ke arah bola).
    • Lakukan gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan dan meluruskan tangan pemukul ke depan mengikuti arah bola. Jika perlu untuk menambah kerasnya bola, lakukan gerakan lompatan sedikit ke depan.
sumber : 
Asep Kurnia Nenggala. 2006. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Indonesia: Grafindo.
Moh. Gilang. 2007. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA kelas XI. Jakarta: Ganeca Extract.
http://www.volleyball.org/
http://images.betterworldbooks.com/159/The-Untold-Story-of-William-G-Morgan-Inventor-of-Volleyball-9781595941893.jpg
http://www.iagram.com/art/volleyball.png
http://www.sportshox.com/upload_files/571/Mikasa%20MVA300%20VolleyBall.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar