3 Oktober 2012

Jaringan Hewan : Epitel

Organisme multiseluler mempunyai struktur yang sangat kompleks, melibatkan berbagai tingkat organisasi tubuhnya:
sel -> jaringan -> organ -> sistem organ

Secara histologi diklasifikasikan atas empat jaringan utamayaitu epitel, penghubung/ikat, otot, dan saraf.

Ada beberapa cara untuk membedakan jaringan, yaitu:
  • Tipe dan fungsi sel. Kita bisa melihat bentuk dan penampilan sel.
  • Komponen matriks. 
    • Protein fibrous.
    • Komponen dasar
      • Clear Gel (FCF, plasma, cairan)
      • Elastis atau keras dalam kartilago atau tulang
  • Ruang yang ditempati sel versus matriks
    • Jaringan pengubung biasanya dipisah berjauhan
    • Sedikit matriks diantara jaringan epitel dan jaringan otot


Jaringan epitel (Epithelial Tissue)

Merupakan jaringan yang membatasi permukaan tubuh ataupun bagian dalam tubuh. Susunan sel rapat tanpa ruang antarsel. Tidak mempunyai pembuluh darah.
Jaringan epitel mempunyai membran basal (basement membrane) sebagai tempat berdirinya sel epitel dan ujung saraf. Membran basal merupakan lapisan tipis yang terdiri dari kolagen dan protein perekat. Membran basal menghubungkan epitelium dengan jaringan pengikat. Karena sel epitel tersusun rapat maka membran basal berguna untuk menyalurkan zat dari atau ke jaringan pengikat dibawahnya. Permukaan membran yang berhubungan dengan sel epitel disebut lamina basalis. Sedangkan permukaan membran yang berhubungan dengan sel lain disebut lamina retikularis.

membran basal


Fungsi epitel adalah sebagai :
  • pelindung atau proteksi, misalnya jaringan epitel kulit. 
  • kelenjar, yaitu jaringan bertugas menghasilkan getah. Kelenjar ini dibedakan menjadi dua, yaitu 
    • kelenjar eksokrin, menghasilkan getah yang dialirkan melalui suatu saluran, misalnya kelenjar keringat;
    • kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, menghasilkan getah yang langsung dialirkan ke dalam darah. Contoh kelenjar tiroid.
  • penerima rangsang atau reseptor. Epitel yang bertugas menerima rangsang disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Contohnya epitel yang berada di sekitar alat-alat indera.
  • Pintu gerbang lalu lintas zat, artinya epitel ini berfungsi untuk melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Misalnya, epitel yang membentuk alveolus atau saluran buntu paru-paru. 
Klasifikasi berdasarkan bentuknya dikenal : Square (pipih), Cuboidal (kubus), Columnar (persegi panjang), Transisional (peralihan).

Berdasarkan lapisan dikenal : Simple (satu lapisan), Stratified (lebih dari satu lapisan), Pseudostratified (berlapis semu).

Simple squamous. Misalnya paru-paru, usus, alvioli, dll. Sel ini memiliki membran serous yang berair. Air yang ada untuk mengurangi gesekan yang terjadi.

simple-squamous

Simple Cuboidal. Misalnya ginjal. Darah akan masuk ke ginjal dan disaring. Setelah disaring darah akan dialirkan ke tempat lain. Sel ini akan menyaring darah dengan mengeluarkan zat-zat yang masih diperlukan tubuh seperti gula dan protein.

simple-cuboidal

Simple Columnar. Terdapat pada usus kecil : villi. Dalam pinggiran usus kecil terdapat vili yang disusun oleh sel simple columnar. Simple columnar beserta dengan microvili akan membantu menyerap protein seperti aktin.

simple-columnar

Pseudostratified Columnar. Pseudo artinya semu atau palsu. Sel ini juga sering dikatakan ciliated atau berbulu. Terdapat pada saluran pernapasan. Pada saluran ini terdapat sel goblet yang mengeluarkan lendir lengket atau mucus. Mucus terbuat dari miosin dan air. Kotoran yang masuk akan terperangkap di mucus dan dibawa keluar dengan bantuan sel pseudostratified columnar. Kotoran itu akan disapu seperti layaknya bulu mata. Misalnya orang merokok. Asap dan kotoran masuk ke saluran pernapasan dan terjebak di mucus. Ketika orang itu tidur dan bangun keesokan harinya, ia akan batuk. Karena di dalam saluran pernapasan, mucus diproduksi lebih banyak. Sehingga ia akan batuk untuk mengeluarkan kotoran beserta mucusnya.
pseudostratified-columnar


Stratified Squamous. Ada dua tipe yaitu non-keratin dan keratin.

nonkeratin-stratifiedsquamous
  • Non-kerartin. Terdapat pada area yang basah. Misalnya di mulut.
  • Keratin. Membentuk lapisan atas kulit bernama epidermis. Fungsinya untuk bertindak sebagai penghalang fisik yang memperlambat proses pengeluaran air serta melindungi kita dari patogen luar. 
keratin-stratifiedsquamous

Stratified Cubiodal. Jarang ditemukan pada tubuh. Terdapat pada beberapa keringat dan kelenjar mamalia serta testis. Biasanya merupakan dua lapisan sel yang tebal.

Trantitional. Bentuk sel ini berubah-ubah tergantung pada kondisi mana ia berada. Bisa berbentuk bulat atau pipih. Ditemukan pada uretra, kantung kemih. Misalnya air memenuhi kantung kemih, maka kantung tersebut akan membesar. Sel yang tadinya bulat berubah menjadi lebih pipih untuk memperbesar ruang kantung kemih.
trantitional-distended
sel memipih
trantitional-collapsed
sel membulat




Jaringan hewan lainnya : ototpenghubung

sumber gambar :
http://www.edu-graphics.com/marcia/images/Albums/Anatomy/Epithelium/slides/Epithelium%20009.jpg
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/cepscue.gif
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/cepsce.GIF
http://www.lima.ohio-state.edu/biology/images/anatomy/Pseudosratified%20columnar%20epithelium%20400X.jpg
http://www.mesacc.edu/~saufr37291/anatomy/images/nkerssq.jpg
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/ceptc.GIF
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/ceptd.GIF
http://beyondthedish.files.wordpress.com/2011/11/basement-membrane.jpg
h
http://www.mesacc.edu/~saufr37291/anatomy/images/kss.jpg
Lanjut Baca »

Resensi

Resensi adalah tulisan atau karangan yang isinya merupakan penilaian ataupun pertimbangan tentang baik buruknya suatu karya.

Resensi sering juga disebut timbangan buku, bedah buku, ulasan, dsb.

Objek yang diresensi bisa berupa buku fiksi maupun nonfiksi, film, puisi/lagu, dan lukisan.

Penulis resensi disebut resensator.

Sistematika resensi :
  1. Identitas buku
  2. Judul buku
  3. Penulis
  4. Penerbit/Kota terbit
  5. Tahun terbit
  6. Ukuran buku
  7. Perwajahan buku
  8. Harga buku
  9. Pembuka
  10. Kepengarangan (tentang pengarang)
  11. Latar belakang pengarang atau penulis buku tersebut
  12. Sinopsis atau ringkasan buku
  13. Isi. Penilaian tentang kelebihan maupun kekurangan buku
  14. Penutup. Kesimpulan atau ajakan untuk membaca buku; menjelaskan keperluan buku itu untuk dibaca. 


Sasaran yang dinilai dalam sebuah buku
  • Buku fiksi. Membahas dan menilai : 
    • tema, 
    • alur, 
    • latar belakang,
    • sudut pandang, 
    • gaya bahasa (pilihan kata konotasi, kalimat menimbulkan imajinasi),
    • perwatakan tokoh, 
    • amanat.
  • Buku non-fiksi. Membahas dan menilai :
    • Sistematika/ organisasi buku, 
    • bahasa (pilihan kata denotasi, 
    • kalimat tidak menimbulkan tafsir ganda atau ambigu),
    • isi mempersoalkan bagaimana isi buku tersebut apakah memberikan detail, 
    • eliti, apakah ada sugesti atau tidak, 
    • perwajahan buku (lay out), 
    • keserasian tata letak, gambar, dan kulit buku, 
    • nilai buku terlihat pada kelebihan dan kekurangan buku tersebut 
    • apakah buku tersebut patut dibaca atau tidak
Simaklah contoh-contoh resensi buku di situs http://ulas-buku.blogspot.com/ 

Lanjut Baca »

Mengenang lagi Marmut+Masa lalu

Gua baru aja habis utak-atik blog gua. Beh! Saat gua liat satu postingan "Terimakasih Marmut Imut", rasanya sedih benget. Entah kenapa, sepertinya gua yang dulu itu culun banget, duh!

Awal mulanya gua bisa tahu Marmut itu dari komentarnya di blog gua, tapi sepertinya komentarnya sudah menghilang. (Berhubung banyak tulisan jadul yang gua hapus) Marmut memberikan sejumlah tips yang cukup berharga bagi gua. Sepanjang sejarah kehidupan blog ini cuma si Marmut yang memberikan komentar panjang dan berarti. Oh, Marmut, apakah kamu masih aktif?

Omong-omong tentang diri gua yang culun, di masa itu ternyata gua masih gaptek banget! Dulu gua masih terlalu awam dengan yang namanya emoticon, apalagi template. Wah, tiba-tiba gua jadi malu sendiri melihat tulisan jadul gua. Tapi rasanya lucu juga, mengenang itu memang bisa membuat orang salah tingkah. 

Gua yang dulu menjadikan blog ini sebagai diari kecil gua. Dimana tulisannya itu biasanya gak lebih dari dua paragraf. Setelah gua mulai aktif "surfing" di internet, gua sadar bahwa tulisan gua benar-benar gak bermutu. Semenjak itulah banyak tulisan gua yang gua hapus, yang kebanyakan diari semua. 

Omong-omong lagi nih tentang internet. Gua mulai main internet semenjak sekitar tahun 2010. Waktu itu gua punya komputer di rumah, tapi gak ada layanan internet-nya. Alhasil kalau misalnya mau main internet harus ke warung internet, warnet. 
Dulu tuh, banyak online game yang beredar. Jadi gua ketularan saudara gua yang maniak game dan ikut main game juga. Nah, namanya juga online game, kalau main perlu ID. Dan ID itu perlu email. Dan gua gak punya email, jadi gua pengen buat email. Gua yang dulu culunnya gak ketulungan, mau buat email aja mesti nanya-nanya terus sampai-sampai saudari gua kewalahan. Mau nanya pencet yang mana lha, ketik apa lah, dan lain sebagainya gua tanyakan. Dan jadilah email baru gua. Dan gua bisa main game di warnet.

Setelah beberapa waktu punya email, gua pindah rumah. Tapi tetap, gak ada layanan internet. Jadi saat facebook lagi nge-trend, gua perlu pergi ke warnet buat daftar Facebook. Beberapa kali gua yang culun pergi ke warnet sama saudari gua. Mau tau ngapain aja ke warnet? Cuma buat buka facebook! Bayangin satu jam main warnet, cuma buat facebook-an. Gua masih ingat lagi, buka facebook bukan buat chattingan, tapi main pet-society. Gua kan dulu masih culunnya, gak tahu mau ngapain aja di internet. Gua yang dulu gak tahu internet itu luasnya bukan main. 

Karena gua dan saudara/i gua sering ke warnet, kami memutuskan untuk meminta Dad buat beli modem. Alasannya sih buat mengerjakan tugas, but you know what we actually mean. Dan ta-daaa, gua punya modem di rumah. Dan semenjak itulah, gua lebih aktif main facebook, nge-upload foto alay, main pet society dan cafe world. Dan yang paling penting dari semua itu adalah gua buat blog ini. 

Gua udah pernah menyinggung asal usul blog gua di salah satu tulisan gua, It's Almost Three Years, tapi gua bakal cerita lagi mumpung lagi doyan. Awalnya guru di sekolah gua yang menyuruh muridnya untuk membuat sebuah blog. Itu tahun 2010. Gua bingung mau kasih nama blog gua apa, terakhir-terakhir pas lagi di "ruang belajar", gua menemukan sebuah buku imut dengan tulisan "hanaru". Dari situlah lahir nama hanaruhanaru yang menjadi alamat blog gua sekarang. Sementara, "365 Day of Hope" itu gua dapat entah dari mana. Yang masih gua ingat adalah, waktu itu gua masih menanti dan berharap akan sesuatu yang sudah berpisah dari gua, dan lahirlah kata "Hope". =')

Waktu pertama-tama buat blog ini, gua gak sering update, karena gua juga masih culun. Setelah gua mendamparkan blog ini gua membaca sebuah komik seri berjudul I am Here! dari Ema Toyama. Nah, di dalam ceritanya yang seru itu, peran utamanya mempunyai sebuah blog. Jadi, gua juga ingin blog gua dibaca dan disukai banyak orang.  Jadilah, gua aktif kembali dalam dunia blogging.

Saat lagi panas-panas tai ayam main blog, gua melakukan riset tentang blog. Gua mencari ke seluruh pelosok internet. Gua meminta bantuan uncle Google buat bantuin gua dalam "riset" ini. Hanya sekadar main-main tapi, biasa lah, kalau main internet bisa lupa waktu. Gua mencari berbagai template blog, tips ini-itu, sampai-sampai terdampar di bagian iklan. Gua melihat kalau dari blog itu kita bisa menghasilkan uang. Pertama-tama gua gak terlalu tertarik, tapi lama kelamaan kecantol juga hati gua. Akhirnya dengan malu-malu gua daftar jadi anggota pemasang iklan. TAPI! Blog gua emang dasarnya gak ramai dan gak di gubris sedikitpun, jadi soal masang-masang iklan itu adalah big NO buat gua.

Baik buruknya internet itu sangat mengganggu gua. Kadang internet bisa memberikan kebaikan bagi kita. Tapi buruknya juga ada. Sebetulnya 'history' gua di internet itu cukup suram, gelap, dan berdebu. Email pertama gua, gua pakai buat segala kebutuhan registrasi gratis di internet. Mulai dari online games, website, blog, iklan, dan bisnis kecil lainnya. Akibatnya email gua sering kemasukan Spam sampah. Perlu waktu belasan menit buat menghapus plus mengorganisir email-email itu. Yah, untungnya sebagian sudah gua un-subscribe, tapi peluang Spam kembali itu bukan 0 juga, kan. Selain email kesayangan gua didamprat habis-habisan, dampak terburuknya adalah kurang memerhatikan diri sendiri. Gara-gara asyik internetan, bisa malas makan, malas mandi, malas tidur, dan lupa waktu. Gua yakin saat dewasa nanti gua bakal menyesali perbuatan gua "bersama" internet.

Selain sejarah kehidupan internet gua, masih banyak hal yang bisa dikenang, bukan hanya gua tapi kamu juga. Banyak yang hal yang terjadi dalam diri kita sendiri, dan ketika kita merenungkannya kembali, segala rasa bercampur aduk dalam diri kita. Kita bisa merasakan suka, duka, sampai salah tingkah. Benar, kan? ;) 
Lanjut Baca »

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

Syarat keefektifan kalimat:
  • Adanya kesatuan gagasan. Terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Contoh :
    • Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit. Kalimat tsb. tidak efektif karena terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal. Maka seharusnya diganti menjadi "Bank yang memberi kredit membantu pihak yayasan dalam pembangunan gedung sekolah"
    • Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Kalimat tsb. tidak efektif karena salah memakai kata depan "dalam" sehingga gagasan kalimat menjadi kacau. Maka seharusnya kata "dalam" dihilangkan
    • Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalita akan memberi penyerahan pada pegawai baru. Kalimat tsb. tidak efektif karena tidak jelas siapa yang memberi penyerahan. Maka kita dapat menambahkan tanda koma (,) setelah sekretaris jika yang memberi penyerahan adalah manajer atau setelah agenda jika yang memberi penyerahan adalah sekretaris
  • Kepaduan unsur (koherensi). Yaitu hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Contoh:
    • Kepada setiap pengendara mobil di Medan harus memiliki SIM. Kalimat tsb. tidak efektif sebab tidak memiliki subjek. Maka dari itu, kita dapat menghilangkan kata "kepada" sehingga yang menjadi subjek adalah "setiap pengendara mobil"
    • Saya punya rumah baru saja diperbaiki. Kalimat tersebut tidak efektif karena memiliki struktur yang salah. Seharusnya kata "saya punya rumah" diganti menjadi "rumah saya". 
    • Yang saya sudah sarankan kepada mereka adalah merevisi anggaran proyek itu. Kalimat tersebut salah dalam pemakaian kata dan frasa. Kata "saya" dan "sudah" seharusnya dibalik menjadi "Yang sudah saya sarankan..."
    • Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. Kalimat tersebut tidak efektif karena unsur S-P-O tidak berkaitan erat. Seharusnya diganti menjadi "Para petani mendapat keterangan kelangkaan pupuk"
  • Keparalelan bentuk. Terdapatnya unsur yang sama derajatnya, sama pula susunan kata atau frasa yang dipakai dalam kalimat. Misal dalam sebuah perincian unsur pertama menggunakan verba maka unsur kedua dan seterusnya adalah verba juga. Jika bentuk pertama nomina (benda) maka unsur kedua dan seterusnya adalah nomina (benda) juga. Contoh :
    • Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label. Di unsur pertama sudah memakai awalan "pe-" maka seterusnya juga "pe-". Kalimat tersebut diganti menjadi "... pembelian buku, pembuatan katalog, dan pelabelan buku-buku"
    • Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha? Disini tampak ketidakseimbangan unsur. Kita bisa memilih untuk memakai "menjadi" saja atau "sebagai" saja. Kalimat bisa diganti menjadi "Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha?"
    • Demikianlah agar Ibu maklum, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Di awal kalimat sudah disinggung kata "Ibu", maka seterusnya juga memakai "Ibu". Jadi kata "perhatiannya" yang menggunakan orang ketiga diganti menjadi "perhatian Ibu" yang menggunakan orang kedua.
    • Dalam rapat itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran yang lebih gencar. Unsur pertama menggunakan kata kerja "peningkatan", maka seterusnya juga menggunakan kata kerja. Jadi kalimat tersebut diganti menjadi "... peningkatan mutu produk, peninggian waktu penyiaran iklan, dan pengencaran pemasaran"
  • Menggunakan kata baku
  • Kelogisan
  • Bentuk kata menggunakan EYD alias Ejaan Yang Disempurnakan
  • Tidak menimbulkan pleonasme. Pleonasme merupakan pemakaian kata yang sebenarnya tidak perlu dan terkesan berlebihan atau mubazir. Contoh :
    • Para siswa-siswa mengikuti kegiatan upaca bendera. Kata "para" mengandung arti "banyak". Sementara dalam kalimat tersebut "siswa-siswa" juga menunjukkan lebih dari satu siswa. Kita tidak perlu menggunakan dua kata berarti sama sekaligus. Jadi kita bisa memilih antara "para siswa" atau "siswa-siswa" saja.
    • Alice masuk ke dalam rumah. Kata "masuk" selalu mengarah ke "dalam" dan tidak pernah ke "luar". Kata "dalam" di kalimat tersebut sebaiknya dihilangkan. 
    • Aku melakukan ini semua demi untuk membahagiakan dirimu. Kata "demi" sama artinya dengan kata "untuk". Jadi kita bisa memakai kata "demi" saja atau "untuk" saja.
    • Mom menanam berbagai sayuran di rumah, seperti sayur kangkung, sayur bayam, dan sayur selada. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili oleh kata hipernim. Hipernim pada kalimat ini adalah sayuran. Sementara kangkung, bayam, dan selada adalah hiponim. Di awal kalimat sudah dijelaskan tentang sayuran, oleh karena itu tidak perlu lagi dicantumkan kata sayur di belakang. Kata sayur dibelakang seharusnya dihilangkan. 
  • Tidak terkontaminasi. Kontaminasi terjadi karena salah penggabungan dua hal yang berbeda sehingga menjadi suatu hal yang tumpang tindih. Contoh :
    • Kadang kala aku suka membaca biografi seseorang. Kata "kadang kala" merupakan kata yang terkontaminasi. Seharusnya diganti menjadi "kadang-kadang" atau "ada kalanya". 
    • Aku sudah mengingatkanmu berulang kali. Kata "berulang kali" juga merupakan kata yang terkontaminasi. Seharusnya diganti menjadi "berulang-ulang" atau "sering kali".


Lanjut Baca »

Gaya


Hukum-hukum Newton tentang gerak dan gravitasi 

Hukum I Newton : 
Sebuah benda yang diam akan tetap diam dan yang bergerak akan terus bergerak lurus beraturan jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda.
ΣF = 0

Hukum II Newton :
Percepatan yang dialami oleh sebuah benda, besarnya sebanding dengan besar gaya, searah gaya, dan berbanding tegak lurus dengan massa benda.
a = ΣF/m

Hukum III Newton :
Apabila A mengerjakan gaya pada B, maka B akan mengerjakan gaya pada A yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
Faksi= -Freaksi

GAYA

Gaya gesekan (f) termasuk gaya kontak atau langsung yang ada jika dua buah benda bersentuhan langsung secara fisik, dan bekerja pada permukaan benda. Arah gaya gesekan cenderung berlawanan arah dengan arah gerak.
Gaya gesekan terbagi menjadi dua yaitu statis (fs) yang diam, dan kinetic (fk) yang bergerak. Umumnya fs ≥fk
Gaya Normal adalah gaya yang arahnya selalu tegak lurus bidang.

Pelajarilah gambar-gambar berikut.
ΣF=m.a
N-W=0
N=W=m.g
ΣF=m.a
N+P-W=0
N=W-P
ΣF=m.ay
N+P sinα-W=0
N=W-P sinα
ΣFy = m.ay=0
N-W-P sinα=0
N=W+P sinα
ΣFy=m.ay=0
N-W cosα=0
N=W cosα =m.g.cosα
ΣF=m.ax=0
P-N=0
N=P
ΣF=m.ax=0
P cosα-N=0
N=P cosα
ΣF=m.ay=0
N+W=P
N=P-W

Sumber gambar : karangan sendiri. http://hanaruhanaru.blogspot.com/
Lanjut Baca »