Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

19 Oktober 2012

Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan ketatanegaraan Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu sejak masa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai dengan sekarang, masa reformasi. Namun, sebenarnya tonggak ketatanegaraan Indonesia telah ada jauh sebelum proklamasi karena keinginan untuk merdeka dari penjajahan dan mendirikan negara telah menjadi keinginan besar rakyat sebagai bangsa yang merdeka dan menjalankan pemerintahan demi kesejahteraan rakyat. Secara formal, periode perkembangan ketatanegaraan dapat dirinci sebagai berikut.
  • Periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945 s.d. 27 Desember 1949)
  • Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949 s.d. 17 Agustus 1950)
  • Periode berlakunya UUDS 1950 (17 Agustus 1950 s.d. 5 Juli 1959)
  • Periode berlakunya kembali UUD 1945 (5 Juli 1959 s.d. sekarang)
    • Periode Orde lama (5 Juli 1959 s.d. 11 Maret 1966)
    • Periode Orde baru (11 Maret 1966 s.d. 1998)
    • Periode Reformasi (21 Mei 1998 s.d. sekarang)

Periode UUD 1945

Bentuk Negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1945 adalah negara kesatuan. Landasan yuridis kesatuan Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  • Pembukaan UUD 1945 alinea 4 berbunyi: "... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia..." Hal tersebut menunjukkan satu kesatuan bangsa Indonesia dan satu kesatuan wilayah Indonesia.
  • Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 berbunyi: "Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik." Kata 'kesatuan' dalam pasal tersebut menunjukkan bentuk negara, sedangkan 'republik' menunjukkan bentuk pemerintahan.

Undang-undang dasar 1945 tidak menganut teori pemisahan kekuasaan secara murni seperti yang diajarkan Montesquieu dalam ajaran trias politika. UUD 1945 lebih cenderung menganut prinsip pembagian kekuasaan. Dalam prinsip pembagian kekuasaan antara lembaga yang satu dan yang lainnya masih dimungkinkan adanya kerja sama dalam menjalanan tugas-tugasnya. Menurut UUD 1945, kekuasaan-kekuasaan dalam negara dikelola oleh empat lembaga, yaitu sebagai berikut.
  • Legislatif, yang dijalankan oleh DPR;
  • Eksekutif, yang dijalankan oleh presiden;
  • Eksaminatif (mengevaluasi), kekuasaan inspektif (mengontrol), atau kekuasaan auditatif (memeriksa), yang dijalankan oleh DPK;
  • Yudikatif, yang dijalankan oleh Mahkamah Agung.

Pembagian kekuasaan pada masa UUD 1945 kurun waktu 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1945 belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan belum terbentuknya lembaga negara seperti yang dikehendaki UUD 1945. Pada kurun waktu tersebut, di Indonesia hanya ada presiden, wakil presiden, menteri-menteri, serta Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Oleh karena itu, sejak 18 Agustus 1945 sampai dengan 16 Oktober 1945 segala kekuasaan (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) dijalankan oleh suatu lembaga atau badan, yaitu presiden yang dibantu oleh KNIP. Namun, setelah munculnya Maklumat Wakil Presiden No.X tanggal 16 Oktober 1945, terjadi pembagian kekuasaan dalam dua badan, yaitu kekuasaan legislatif dijalankan oleh KNIP dan kekuasaan-kekuasaan lainnya masih tetap dipegang oleh presiden sampai tanggal 14 November 1945. Dengan keluarnya maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945, kekuasaan eksekutif yang semula dijalankan oleh presiden beralih ke tangan perdana menteri sebagai konsekuensi dari dibentuknya sistem pemerintahan parlementer. Dengan demikian, pada periode ini pelaksanaan demokrasi masih ditekankan pada proses pembagian peran dalam kekuasaan dengan adanya pembagian kekuasaan mutlak atau penuh atas Indonesia sehingga kedaulatan rakyat dapat terlaksana.

Demokrasi yang digunakan dalam hukum dasarnya adalah demokrasi pancasila, demokrasi tidak lansung, dan demokrasi presidentil. Sementara pada realitanya hanya digunakan demokrasi parlementer.


Periode Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949

Menurut ketentuan pasal-pasal yang tercantum dalam Konstitusi RIS, sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem pemerintahan parlementer. Pada sistem ini, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat) dan apabila pertanggungjawaban tidak diterima oleh DPR, maka kabinet dibubuarkan. Dengan kata lain, kedudukan kabinet bergantung pada parlemen.

Sistem pemerintahan parlementer memiliki ciri-ciri pokok, yaitu :
  • Perdana menteri bersama para menteri, baik secara bersama maupun sendiri-sendiri bertanggung jawab kepada parlemen;
  • pembentukan kabinet didasarkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam parlemen;
  • para anggota kabinet seluruhnya atau sebagian mencerminkan kekuatan yang ada dalam parlemen;
  • kabinet dapat dijatuhkan setiap saat oleh parlemen dan sebaliknya kepala negara dengan saran perdana menteri dapat membubarkan parlemen dan memerintahkan diadakannya pemilihan umum;
  • masa jabatan kabinet tidak dapat ditentukan dengan pasti;
  • kedudukan kepala negara tidak dapat diganggu-gugat atau diminta pertanggungjawanan atas jalannya pemerintahan.

Sejarah sistem pemerintahan parlementer di Indonesia, telah dimulai sejak periode berlakunya UUDS 1045 yang pertama. Tepatnya sejak dikeluarkan maklumat pemerintah pada 14 November 1945. Akibatnya, kekuasaan pemerintahan bergerser dari tangan presiden kepada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Setiap undang-undang yang dikeluarkan harus terdapat tanda tangan menteri (contra seign menteri) sehingga presiden tidak dapat diganggu-gugat. Oleh karena itu, yang bertanggung jawab dalam penetapan suatu undang-undang adalah para menteri, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.

Berdasarkan ketentuan-ketentuan konstitusi RIS 1949, dapat disimpulkan bahwa konstitusi ini dipengaruhi oleh Monstiquieu. Namun, tidak menganut teori tersebut secara murni. Selain itu, kekuasaan negara bukan hanya terbagi dalam tiga kekuasaan/lembaga, tetapi terbagi dalam enam lembaga negara. Keenam lembaga negarar (alat-alat perlengkapan federal RIS), yaitu:
  • presiden;
  • menteri;
  • senat;
  • dewan perwakilan rakyat;
  • mahkamah agung indonesia;
  • dewan pengawas keuangan.
Dikarenakan dengan bentuk negara federasi, maka pelaksanaan demokrasi tiap negara bagian tidak sama. Apabila pada masa itu kesenjangan antar pulau Jawa dengan pulau-pulau lain di Indonesia masih jauh. Dengan kata lain, pelaksanaan demokrasi masih mengandalkan partisipasi politik di tiap negara bagian yang berbeda-beda. 

Demokrasi yang digunakan dalam hukum dasarnya sama dengan realitanya yakni demokrasi liberal dan parlementer.


Periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950 s.d. 5 Juli 1959)

Bentuk negara yang dianut Indonesai pada masa berlakunya UUDS 1950 adalah negara kesatuan. Hal tersebut ditegaskan  dalam pasal 1 ayat 1 UUDS 1950 yang berbunyi, "Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat adalah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan." Bentuk negara kesatuan merupakan kehendak rakyat Indonesia. Selain itu, pada bagian Mukadimah UUDS 1950 disebutkan "Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami dalam suatu piagam negara yang berbentuk Republik kesatuan..."

Sistem pemerintahan yang dianut oleh UUDS 1950 adalah sistem pemerintahan parlementer. Dengan demikian, sistem pemeeirntahan yang digunakan pada masa konstitusi RIS 1949 masih dipertahankan oleh UUDS 1950.

Masa berlakunya UUDS 1950 seperti juga masa-masa sebelumnya seringkali diisi dengan jatuh bangunnya kabinet sehingga pemerintahan tidak stabil. Faktor yang menyebabkan fenomena tersebut adalah hal-hal berikut ini.
  • adanya sistem pemerintahan parlementer yang disertai sistem multipartai;
  • perjuangan partai-partai politik hanya untuk kepentingan golongan atau partainya;
  • pelaksanaan sistem demokrasi yang tidak sehat;

Sesuai dengan sistem parlementer yang dianut oleh UUDS 1950, kekuasaan pemerintah negara (eksekutif) dilakukan sepenuhnya oleh dewan menteri sehingga kebijaksanaan pemerintah dipertanggungjawabkan oleh dewan menteri kepada DPR. Kekuasaan perundang-undangan (legislatif) dilakukan oleh pemerintah bersama DPR, kecuali dalam perubahan undang-undang dasar. DPR memiliki hak untuk mengajukan rancangan undang-undang. Selama masa berlakunya UUDS 1950, hak tersebut pernah digunakan oleh DPR sebanyak delapan kali. Dengan demikian, pemerintah (presiden dan menter) dan DPR harus bekerja sama di bidang legislatif karena setiap undang-undang harus memperoleh persetujuan DPR dan pengesahan pemerintah.

Bidang yudikatif sepenuhnya dilaksanakan oleh Mahkamah Agung. Menurut pasal 105 ayat 1 dan 2 UUDS 1950 Mahkamah Agung adalah pengadilan negara tertinggi yang bertugas melakukan pengawasan tertinggi atas perbuatan pengadilan-pengadilan lain berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. Di samping itu, Mahkamah Agung dapat memberi nasihat kepada presiden berkenaan dengan pemberian grasi atas hukuman yang telah dijatuhkan oleh pengadilan. 

Kedaulatan rakyat disalurkan melalui sistem multipartai. Oleh sebab itu, stabilitas negara sukar dicapai karena parlemen dapat menjatuhkan kabnet jika partai oposisi dalam parlemen kuat. Akibatnya, kabinet tidak berumur panjang dan banyak program terbengkalai sehingga menimbulkan banyak masalah di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Terdapat beberapa kabinet yang melaksanakan pemerintahan selama berlakunya Demokrasi Liberal, diantaranya sebagai berikut.
  • Kabinet Natsir (6 September 1950 s.d. 27 April 1951). Kabinet ini merupakan kabinet pertama yang memerintah pada masa Demokrasi Liberal.
  • Kabinet Soekiman-Soewiryo (27 April 1951 s.d. 3 April 1952). Kabinet ini dipimpin oleh Soekiman-Soewiryo dan merupakan kabinet koalisi Masyumi dan PNI.
  • Kabinet Wilopo (3 April 1952 s.d. 30 Juli 1953). Kabinet ini merintis sistem Zaken Kabinet. Artinya, bahwa kabinet yang dibentuk terdiri atas para ahli dalam bidangnya masing-masing. 
  • Kabinet Ali Sastroamidjojo I (30 Juli 1953 s.d. 12 Agustus 1955). Kabinet ini merupakan kabinet terakhir sebelum pemilihan umum. Kabinet ini didukung oleh PNI-NU.
  • Kabinet Burhanuddin Harahap dari masyumi (12 Agustus 1955 s.d. 24 Maret 1956).
  • Kabinet Ali Sostroamidjojo II (24 Maret 1956 s.d. 9 April 1957). Kabinet ini berkoalisi dengan PNI, Masyumi, dan NU.
  • Kabinet Karya (9 April 1957 s.d. 10 Juli 1959). Kabinet ini merupakan Zaken Kabinet. 
Demokrasi yang digunakan dalam hukum dasarnya sama dengan realitanya yakni demokrasi liberal dan demokrasi parlementer.



Periode Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959 s.d. 1965)

Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 disambut baik oleh rakyat yang didukung oleh TNI AD. serta dibenarkan oleh Mahkamah Agung dan DPR yang bersedia bekerja terus dalam rangka menegakkan UUD 1945. Menurut UUD 1945, Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR.
Dekrit presiden memuat ketentuan pokok sebagai berikut:
  • menetapkan pembubaran konstituante;
  • menetapkan bawah UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia;
  • pembentukan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dalam waktu singkat. 

Pada periode ini, pemerintah Indonesia menganut sistem Demokrasi Terpimpin. Demokrasi Terpimpin tersebut sesuai dengan sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan. Namun, presiden menafsirkan terpimpin dalam arti "pimpinan terletak di tangan pemimpin besar revolusi". Selain itu, terdapat beberapa penyimpangan terhadap UUD 1945 pada masa Demokrasi Terpimpin, antara lain sebagai berikut:
  • menafsirkan Pancasila terpisah-pisah, tidak dalam kesatuan bulat dan utuh;
  • pengangkatan Presiden seumur hidup dan banyaknya jabatan yang rangkap;
  • Presiden membubarkan DPR hasil pemilu 1955;
  • konsep Pancasila bergeser menjadi konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis);
  • bergesernya makna Demokrasi Terpimpin karena dalam pelaksanaannya cenderung terjadi pemusatan kekuasaan pada presiden/ pemimpin besar revolusi;
  • pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang cenderung memihak komunis;
  • Manipol USDEK (Manifesto Politik, UUD, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia) dijadikan GBHN tahun 1960. USDEK dibuat oleh presiden, sedangkan GBHN harus dibuat oleh MPR. 
Demokrasi yang digunakan dalam hukum dasarnya merupakan demokrasi pancasila, demokrasi presidentil, dan demokrasi tidak langsung. Tapi pada realitanya digunakan demokrasi terpimpin.



Demokrasi di Masa Orde Baru (1966 s.d. 1998)

Sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung dalam batang tubuh UUD 1945 berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan, yaitu sebagai berikut:
  • Negara Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum;
  • sistem konstitusional;
  • kekuasaan negara yang tertinggi di tangan MPR;
  • presiden ialah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi di bawah Majelis;
  • presiden tidak bertanggung jawab pada DPR;
  • menteri negara ialah yang membantu presiden dan tidak bertanggung jawab kepada DPR;
  • kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
Masa kepemimpinan Orde Baru merupakan masa kepemimpinan nasional yang bertekad melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen serta bertujuan menegakkan keadilan dan kebenaran dalam negara Republik Indonesia. Supersemar dan pelaksanaannya ternyata memperoleh dukungan rakyat dan aparatur negara sehingga merupakan titik tolak terwujudnya tata kehidupan baru dalam struktur ketatanegaraan yang berdasarkan kemurnian Pancasila dan UUD 1945.

Namun di saat kepemimpinan orde baru bertekad melaksanakan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, terjadi ketidakpuasan masyarakat akibat kepemimpinan yang bersifat sentralistik dan tidak memperhatikan kepentingan, kemakmuran, dan kesejahteraan penduduknya.

Berikut ini berbagai penyebab penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan orde baru. 
  • Bidang ekonomi. Pelaksanaan perekonomian, cenderung monopolistik. Artinya, kelompok tertentu yang dekat dengan elit kekuasaan mendapat prioritas khusus yang mengakibatkan kesenjangan sosial.
  • Bidang politik. Mekanisme hubungan pusat dan daerah cenderung menganut sentralistik kekuasaan. Keadaan ini menghambat pemerataan hasil pembangunan dan pelaksaan otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab.
  • Bidang hukum. Hukum tidak berlaku di kalangan atas.
Demokrsai yang digunakan dalam hukum dasarnya adalah demokrasi pancasila, demokrasi presidentil, dan demokrasi tidak langsung. Sementara pada realitanya digunakan demokrasi pancasila saja.



Demokrasi di Masa Reformasi (1998 s.d. sekarang)

Masa reformasi lahir setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri sejak 21 Mei 1998 dan digantikan oleh Wakil Presiden Prof.Dr.BJ.Habibie.

Pelaksanaan pemilu 7 Juni 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik, dimenangkan oleh PDI-P, Golkar, PPP, PKB, PAN, dan PBB. Dalam sidang umum MPR RI bulan Oktober 1999, terpilih ketua MPR RI periode 1999-2004 yaitu Ir. Akbar Tanjung. Pemilihan tersebut dilakukan secara voting.

Pada 20 Oktober 1999, diadakan penyelenggaraan pemilihan presiden RI yang calonnya adalah K.H. Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Pemilihan dilakukan dengan cara voting dan hasilnya, K.H. Abdurrahman Wahid memperoleh 373 suara, Megawati Soekarnoputri memperoleh 313 suara. Dengan demikian, presiden yang terpilih adalah K.H.Abdurrahman Wahid, yang dilantk pada 20 Oktober 1999.

Pada 21 Oktober 1999, diselenggarakan pemilihan wakil presiden RI. Calonnya adalah Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz. Pemilihan juga dilakukan dengan voting. Hasilnya, Megawati Soekarnoputri memperoleh 396 suara, sementara Hamzah Haz memperoleh 282 suara. Dengan demikian, wakil presiden RI periode 1999-2004 ialah Megawati Soekarnoputri yang dilantik tanggal 21 Oktober 1999. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedudukan Abdurrahman Wahid beralih kepada Megawati Soekarnoputi dengan wakilnya Hamzah Haz karena adanya ketidakpuasan rakyat selama pemerintahan yang dipimpin olehnya.

Pada 2004, untuk pertama kalinnya bangsa Indonesia melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat. Pemilu diikuti oleh 24 partai politik. Pemilu dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pada 5 April 2004 dilaksanakan pemilihan anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten, dan DPD. Kedua, pada 5 Juli 2004 dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden tahap pertama. Ketiga, pada 20 September 2004 pemilihan presiden dan wakil presiden tahap kedua. Hasil pemilihan tersebut menempatkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2004-2009. Kemudian dilakukan pemilu tahun 2009 dengan sistem yang sama, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung yang akhirnya terpilih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2009-2014.

Di masa reformasi ini, kebebasan masyarakat dalam menggunakan haknya lebih terbuka dan meluas. Pengawasan terhadap pemerintah semakin dalam dilakukan oleh masyarakat. Demokrasi ini tidak hanya menjadi identitas tetapi diupayakan untuk diaplikasikan secara total, masyarakat lebih kritis dan terbuka.

Demokrasi yang digunakan berdasarkan hukum dasar sama dengan realitanya sama yakni dibagi menjadi dua:

  • Sebelum diamandemen : demokrasi pancasila, demokrasi presidentil, dan demokrasi tidak langsung.
  • Setelah diamandemen : demokrasi pancasila, demokrasi presidentil, dan demokrasi langsung. 

Lanjut Baca »

14 Oktober 2012

Jaringan Hewan : Otot

Terdiri dari sel yang dapat berkontraksi untuk melakukan pergerakan. Otot mempunyai struktur yang istimewa. Membrannya disebut sarkolemma, cairan sel disebut sarkoplasma, serabutnya disebut miofibril yang terdiri atas aktin dan miosin.Unit kerja disebut sarkomer.

jaringan-otot

Setiap mikrofibril dibangun dar senyawa protein rangkap yaitu aktomiosin. Senyawa inilah yang memiliki daya kontraksi. Kemampuan berkontraksi tersebut dapat menyebabkan bergeraknya bagian tubuh lain. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu jaringan otot polos, jaringan otot lurik, dan jaringan otot jantung.

Otot polos.
Jaringan otot polos merupakan jaringan otot yang mempunyai struktur sel-sel berbentuk kumparan halus, yang masing-masing selnya mengandung inti berbentuk oval. Jaringan ini mempunyai fibril-fibril yang homogen, sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos.
Gerakan otot polos tidak menurut kehendak kita disebut otot involunter. Otot polos terdapat pada dinding saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran darah, pembuluh getah bening, dan kulit. Fungsi otot polos adalah memberikan gerakan di luar kemauan kita, misalnya gerakan makanan pada saluran pencernaan.

otot-polos

Otot lurik.
Jaringan otot lurik sering disebut otot rangka, sebab jaringan otot ini sebagian besar melekat pada rangka. Sel-sel otot lurik mempunyai banyak inti yang terletak di bagian pinggir. Bila diamati di bawah mikroskop, tampak adanya bagian gelap dan terang berselang-seling, melintang sepanjang serabut otot lurik.
Bila menerima rangsang, otot lurik akan bereaksi cepat. Kecuali gerak refleks, gerakan otot lurik sesuai dengan kehendak kita. Oleh sebab itu, otot lurik sering disebut otot volunter. Otot lurik mempunyai fungsi menggerakkan tulang dan melindungi rangka dari benturan benda lain.

otot-lurik

Otot jantung.
Jaringan otot jantung hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Sel-selnya berinti satu. Di bawah mikroskop jaringan ini menyerupai otot lurik, yaitu menunjukkan adanya bagian gelap dan terang berselang-seling. Sel-sel yang berdampingan mengandung membran yang teranyam dan berfungsi sebagai jembatan penghubung, disebut sinsitium.
Walaupun menyerupai otot lurik, kerja otot jantung tidak terkontrol oleh kesadaran serta reaksinya terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah bila berkontraksi akan menimbulkan teanga yang amat penting untuk memompa darah ke luar jantung.

otot-jantung



sumber gambar :
http://chen2820.pbworks.com/f/muscle_anatomy.jpg http://www.kumc.edu/instruction/medicine/anatomy/histoweb/muscular/large/Musc14.JPG https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnKoJs2v78X0pvGRrdStYHLRwoP-aCnBIyzuOKj2IYnfuyaP1wm_1IqNpND0QBznI5eVgtbIfiOCXH9LFgtfgBh-Nc9kbpHycIQpR0mpJZ7TiBG10mtNCyqgcu3WePl5NZmLn1IYKId4z/s320/Skeletal%252520muscle%25252003a%255B1%255D.jpg" title="" width="320 http://faculty.clintoncc.suny.edu/faculty/michael.gregory/files/bio%20102/bio%20102%20lectures/animal%20cells%20and%20tissues/Image12.jpg
Lanjut Baca »

Jaringan Hewan : Penghubung


Jaringan penghubung terdiri dari matriks dan sel penyusun. Matriks terdiri dari serat, gel, dan bahan dasar. Jaringan penghubung memiliki struktur yang lengket yang dibuat dari protein dan zat dasar gel. Tipe serat ada tiga yaitu kolagen (serat putih), elastin, dan reticular. Kolagen merupakan protein yang berstruktur dan mempunyai kekuatan untuk menarik. Berbeda dengan kolagen, elastin lebih elastis dan fleksibel, biasanya berbentuk panjang dan tipis. Sementara Reticular seratnya pendek dan bercabang.

Sel pada jaringan penghubung :
  • "-blast" = aktif membelah dan mensekresi protein
  • "-cytes" = sel dewasa
Misalnya fibroblast pada jaringan pengikat biasa. Chondroblast dan chondrocytes dalam kartilago. Osteoblast dan osteocytes dalam tulang. Sel lemak (adinocytes), sel darah putih, makrofag. 

Fungsi jaringan penghubung yaitu :
  • Mengikat dan menyokong jaringan yang satu dengan jaringan lain;
  • Melindungi jaringan lunak atau jaringan tubuh;
  • Menyimpan mineral dan energi;
  • Penghasil imunitas;
  • Transportasi (darah);
  • Mengisolasi.

Jaringan penghubung biasa dibagi menjadi :

Jaringan penghubung longgar (loose connective tissue). Seperti namanya, jaringan ini memiliki serat-serat yang longgar. Terdapat di mesentrium bawah epitel, mukosa saluran pencernaan, akson saraf, dan pembungkus pembuluh darah.
  • Areolar. Terdapat pada kulit, antara otot, paru-paru, dll. Jaringan yang ini memberikan ruang kosong untuk pembuluh darah dan saraf.

  • Reticular. Merupakan jaringan yang paling sering ditemukan. Misalnya di organ getah bening. Bentuknya bercabang, dan mempunyai banyak ruang kosong. Berguna untuk melindungi kita dari patogen luar. 
  • Adipose. Disusun oleh sel adipocytes. Menyimpan kalori dan lemak. Ada yang bernama lemak coklat dan lemak putih. Lemak coklat bisa ditemukan pada beruang yang hibernasi. Lemak tersebut berwarna coklat karena mengandung banyak mitokondria. Saat hibernasi, lemak akan dibakar untuk menjadi energi dan untuk menjaga beruang tetap hangat.


Jaringan penghubung padat (dense connective tissue). Jaringan ini memiliki serat-serat yang padat diantaranya terdapat pada sel-sel fibroblast.
  • Jaringan ikat padat teratur (Dense Regular). Disusun secara teratur ke satu arah. Misalnya tendon dan ligamen.
  • Jaringan ikat padat tidak beraturan (Dense Irregular). Serat kolagen menyebar membentuk anyaman besar. Jaringan ini bisa meregang, lalu kembali ke bentuk semula. Misalnya pada arteri atau dibawah lapisan kulit.


Jaringan penghubung khusus dibagi menjadi :

Jaringan tulang rawan (Kartilago). Kartilago bersifat kuat dan lentur, tidak mempunyai pembuluh darah dan saraf. Bahan dasar kartilago dikenal sebagai kondromukoid, sementara selnya disebut kondrosit (chondrocytes) yang terletak dalam lakuna. Kartilago berfungsi sebagai : rangka tubuh pada embrio; penunjang jaringan lunak dan organ dalam; melicinkan permukaan tulang dan sendi. Berdasarkan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi :

  • Kartilago hyalin. Berwarna putih kebiruan dan transparan. Matriksnya seperti karet, elastis tapi padat. Kartilago ini merupakan tulang rawan yang paling banyak dijumpai tapi juga paling lemah. Terdapat pada cakra epifisis, ujung tulang rusuk, dan permukaan tulang di daerah persendian.




  • Kartilago Elastis. Matriksnya mengandung serat elastis dan kolagen. Adanya serat elastis tersebut memberikan daya lentur dan dapat kembali ke bentuk semula. Terdapat pada laring, epiglotis, bronkiolus, daun telinga bagian luar.




  • Kartilago fibrous. Matriksnya mengandung serat kolagen yang padat dan kasar. Merupakan jaringan tulang rawan yang paling kuat sebagai pelindung dan penyokong jaringan. Terdapat pada hubungan antar tulang vertebra, dan simphysis pubis.




Jaringan tulang (Osteon). Tulang keras (osteon) adalah jaringan ikat bermineral. Osteoblas merupakan sel pembentuk yang berfungsi mensekresi serat kolagen, kalsium, magnesium, dan fosfor secara kimiawi untuk bersatu menjadi hidrosiapatit. Osteon dibungkus oleh selaput periosteum. Osteoblas membentuk sel osteosit dan sel osteoklas. Struktur osteon terdiri atas sistem Havers, berupa lamella yang konsentris (mengelilingi saluran havers) dengan lakuna yang bersifat osteosit. Antara saluran havers dengan lakuna terdapat kanalikuli yang memberi nutrisi ke osteosit. Saluran havers dihubungkan oleh kanal/saluran Volkmann. Berdasarkan rongganya, osteon dibagi menjadi :
  • Tulang kompak (compact bone). Yaitu tulang yang tidak mempunyai rongga tapi mempunyai sistem Havers yang tersusun teratur.
  • Tulang spons. Yaitu tulang yang tidak mempunyai sistem Havers tetapi mempunyai rongga dengan trabekula. 

Darah. Adalah jaringan ikat yang tersusun dari sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam, mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi dalam plasma. Darah memiliki fungsi utama dalam transportasi substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Jaringan Adiposa. Merupakan jaringan lemak yang tersusun dari sel-sel lemak yang tidak membentuk serat interselular ataupun matriks. Berasal dari sel-sel mesenkim yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak. Berfungsi sebagai bantalan pelindung organ-organ secara mekanis (benturan); sebagai cadangan makanan; sebagai pengatur panas. Terdapat diseluruh tubuh bawah kulit sekitar persendian, sekitar organ-organ dalam.

Jaringan Hewan lainnnya : epitel, otot, saraf

sumber gambar :
http://faculty.clintoncc.suny.edu/faculty/michael.gregory/files/bio%20102/Bio%20102%20Laboratory/animal%20tissues/img009.jpg
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cct/cctrct.GIF
http://neuromedia.neurobio.ucla.edu/campbell/connective_tissue/wp_images/2_adipose_cells.gif
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cct/cctdrels.gif
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cct/cctdict.GIF
http://stevegallik.org/sites/histologyolm.stevegallik.org/images/hyalinecartilage.jpg
http://www.uta.edu/biology/2457_lab/images/fibrocartilage.jpg
http://www.sciencephoto.com/image/303354/530wm/P1740046-Elastic_cartilage,_light_micrograph-SPL.jpg
Lanjut Baca »

8 Oktober 2012

Proses Penyebaran Islam ke Indonesia

Ada beberapa tokoh yang mengemukakan pendapat tentang masuknya Islam di Indonesia, yakni :

Marco Polo (1292). Dalam perjalanan pulang ke Cina, Marco Polo mengunjungi Pulau Sumatera. Pelabuhan yang pertama dikunjunginya dinamakan Ferlec. Menurut Marco Polo, daerah Ferlec banyak dikunjungi oleh pedagang Muslim. Keberadaan penduduk Muslim itu dapat mengubah keyakinan penduduk asli untuk memeluk ajaran agama Islam. Berita dari Marco Polo merupakan berita tertua yang menyatakan bahwa di Indonesia telah berkembang sekelompok penduduk Muslim, terutama pada kota-kota yang terletak di tepi pantai atau jalur pelayaran. 

Mohammad Ghor. Mohammad Ghor merupakan seorang tokoh yang berhasil menaklukan dan menyebarkan Islam di Gujarat (India). Dalam penyebaran budaya dan ajaran agama Islam di Indonesia, pada pedagang Gujarat memiliki peran yang sangat penting. Melalui hubungan yang dijalin antara para pedagang Gujarat dengan para pedagang Indonesia itulah, budaya dan ajaran agama Islam berkembang ke Indonesia.

Ibn Battuta. Ibn Batuta telah dua kali melakukan perjalanan ke dan dari Cina. Ia menemukan satu kerajaan Islam. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Sultan yang mengikuti upacara Syafi'i. Ibn Batuta juga menyatakan bahwa daerah-daerah yang berada di sekitar negeri penduduknya belum memeluk agama Islam. Ibn Batuta juga mengemukan satu makam Islam di kota Samudera yang berangka tahun 1421. Penemuan makam bercorak Islam ini, menandakan di daerah Samudera pada waktu itu telah berkembang agama Islam.


Diego Lopez de Sequeira. Pada tahun 1509, Diego mengunjungi Pasai. Ia berpendapat bahwa Pasai merupakan pusat penyebaran budaya dan ajaran agama Islam terpenting dan pertama di Indonesia. Bahkan dari daerah Pasai inilah, budaya dan ajaran agama Islam kemudian berkembang ke berbagai daerah di Indonesia.

Sir Richard Winsted. Ia menyatakan bahwa Parameswara (raja Malaka) telah memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Iskandar Syah. Hal ini dilakukan karena Malaka mempunyai posisi yang sangat strategis dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan yang melalui Selat Malaka. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya, Malaka dijadikan sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara termasuk juga Indonesia.


Sumber-sumber pendukung masuknya Islam ke Indonesia

Teori masuknya islam ke Indonesia diperkuat dengan adanya sumber sejarah dari luar maupun dalam negeri.
  • Berita Arab. Berita ini diketahui melalui para pedagang Arab yang melakukan aktivitasnya dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia. Para pedagang Arab telah datang ke Indonesia sejak masa Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur pelayaran-perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka pada masa itu. Hubungan pedagang Arab dengan Kerajaan Sriwijaya terbukti dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk kerajaan Sriwijaya, yaitu Zabaq, Zabay, atau Sribusa. 
  • Berita Eropa. Berita ini datang dari Marco Polo. Ia adalah orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, ketika ia kembali dari Cina menuju Eropa melalui jalan laut. Ia mendapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada Kaisar Romawi. Dalam perjalanannya, ia singgah di Sumatera bagian utara. Di daerah ini ia menemukan adanya kerajaan Islam, yaitu Kerajaan Samudera dengan ibukota Pasai. 
  • Berita India. Berita ini menyebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Karena di samping berdagang, mereka juga aktif mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada setiap masyarakat yang dijumpainya, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai. 
  • Berita Cina. Berita ini berhasil diketahui melalui catatan dari Ma-huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan laksamana Cheng-ho. Ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada pedagang-pedagang Islam yang bertempat tinggal di Pulau Jawa.
  • Sumber dalam negeri. Terdapat sumber-sumber dari dalam negeri yang menerangkan berkembangnya pengaruh Islam di Indonesia. 
    • Pertama, penemuan sebuah batu bersurat di Leran (dekat Gresik). Batu bersurat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab, yang sebagian tulisannya telah rusak. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Ma'mun.
    • Kedua, makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 297 Masehi.
    • Ketiga, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419M. Jirat makam didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan Arab.

Saluran Penyiaran Agama Islam di Indonesia

Dari dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah, agama Islam meluas ke pusat-pusat peradaban lama yang telah memiliki peradaban lembah sungai sebelumnya, yaitu Irak di lembah Mesopotamia (sungai Eufrat dan Tigris), Israel di lembah Yordan, dan Mesir di lembah Nil. Pada daerah-daerah baru itu, agama Islam memperoleh unsur-unsur baru yang tidak menyimpang dari kaidah yang telah ditentukan. Dari ketiga daerah tersebut agama Islam menyebar ke Indonesia melalui jalur perdagangan.

Berdasarkan asal daerah dan waktunya, penyebaran Islam dari Timur Tengah ke Indonesia dapat dibedakan atas tiga gelombang. Pertama, dari daerah Mesopotamia yang waktu itu terkenal sebagai Persia merupakan jalur utara. Dari wilayah Persia, Islam menyebar ke timur melalui jalan darat Afganistan, Pakistan, dan Gujarat, kemudian melalui laut menuju Indonesia. Dari jalur tersebut Islam memperoleh unsur baru yang disebut Tasawuf, yaitu cara untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, disamping tata cara makam yang dibuat besar dan sangat dihormati serta adanya unsur-unsur Hindu (di Pakistan sekarang). Dengan melalui jalur tersebut, pengaruh Islam dengan cepat berkembang di wilayah Indonesia. Hal ini juga disebabkan adanya unsur-unsur yang sama dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Daerah yang mendapat pengaruh adalah Aceh.

Kedua, melalui jalur tengah, yaitu dari bagian barat Lembah Yordania dan di bagian timur melalui semenanjung Arabia, khususnya Hadramaut yang menghadap langsung ke Indonesia. Dari daerah semenanjung Arabia, penyebaran agama Islam ke Indonesia lebih murni, diantaranya adalah aliran Wahabi (dari nama Abdul Wahab) yang terkenal keras dalam penyiaran agamanya. Daerah yang merasakan pengaruhnya adalah daerah Sumatera Barat.

Ketiga, melalui jalur selatan yang berpangkal di wilayah Mesir. Dari kota Kairo yang merupakan pusat penyiaran agama Islam secara modern. Indonesia memperoleh pengaruh terutama dari organisasi keagamaan yang disebut Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan gerakan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits dan tidak terikat kepada salah satu mazhab.


Proses penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

Perdagangan. Sejak abad ke-7 M, para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah mengambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, para pedagang Islam juga menyampaikan dan mengajarkan agama serta budaya Islam kepada orang lain. Dengan cara tersebut, banyak pedagang Indonesia yang memeluk agama Islam dan mereka itu pun menyebarkan agama dan budaya yang baru dianutnya kepada orang lain. Dengan demikian, secara bertahap agama dan budaya Islam tersebar dari pedagang Arab, Persia, India kepada masyarakat Indonesia.
Proses Islamisasi melalui perdagangan sangat menguntungkan dan lebih efektif dari cara-cara lainnya. Apalagi yang terlibat dalam perdagangan bukan hanya masyarakat yang berasal dari golongan bawah, melainkan juga golongan atas seperti kaum bangsawan atau para raja.

Perkawinan. Para pedagang Islam melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang cukup lama. Sebagian dari mereka menetap di suatu daerah pada waktu yang cukup lama. Keadaan ini mempererat jalinan hubungan antara penduduk pribumi atau kaum bangsawan dengan para pedagang. Dari jalinan yang baik inilah, kadang diteruskan dengan pernikahan antara putri kaum pribumi dengan para pedagang Islam. Kemudian lahirlah seorang anak Muslim. Lambat laun terbentuklah masyarakat muslim dengan adat Islam hingga pada suatu saat terbentuk kerajaan Islam. Misalnya pernikahan antara Raden Rakhmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Manila, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan putri Kawungaten, pernikahan antara Raja Brawijaya dengan putri Jeumpa yang beragama Islam kemudian memiliki putra Raden Patah yang kelak menjadi raja pertama di Demak.

Politik. Pengaruh kekuasaan seorang raja juga berperan besar dalam proses Islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam, maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya. Rakyat memiliki kepatuhan yang tinggi dan seorang raja selalu menjadi panutan bahkan menjadi teladan bagi rakyatnya.
Setelah tersosialisasinya agama Islam, maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti dengan penyebaran agama Islam. Contohnya, Sultan Demak mengirimkan pasukannya dibawah pimpinan Fatahillah untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam.

Pendidikan. Para ulama, guru-guru agama, ataupun para kyai juga memiliki peranan penting dalam penyebaran agama dan budaya Islam. Mereka menyebarkan agama Islam melalui bidang pendidikan, yaitu dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Pondok pesantren ini merupakan tempat pengajaran agama Islam bagi para santri. Mereka kemudian menyebarkan dan mengembangkan agama Islam ke masyarakat, bahkan setiap santri selalu berusaha untuk dapat membangun tempat ibadah.
Pesantren-pesantren yang didirikan bertujuan untuk mempermudah penyebaran dan pemahaman agama Islam. Diantaranya terdapat pesantren yang didirikan oleh Raden Rakhmat di Ampel Denta, Surabaya dan pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri di Giri. Para santri yang mengikuti pendidikan bukan hanya berasal dari daerah sekitar pondok pesantren itu saja, melainkan juga ada yang datang dari daerah-daerah yang sangat jauh, seperti dari daerah Maluku dan Makassar untuk belajar di Jawa.

Kesenian. Kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukkan seni gamelan seperti yang terjadi di Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan lain-lain. Seni gamelan ini dapat mengundang masyarakat untuk berkumpul dan selanjutnya dilaksanakan dakwah keagamaan. Di samping seni gamelan juga terdapat seni wayang. Pertunjukkan seni wayang sangat digemari oleh masyarakat. Melalui cerita-cerita wayang itulah para ulama menyisipkan ajaran agama Islam, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menangkap dan memahaminya. Contohnya, Sunan Kalijaga memanfaatkan seni wayangnya untuk proses Islamisasi. Selain itu, pengaruh Islam juga berkembang melalui seni sastra, seni rupa, atau seni kaligrafi dan seni lainnya.


Tasawuf. Para ahli Tasawuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu berusaha menghayati kehidupan masyarakat dan hidup bersama di tengah-tengahnya. Para ahli tasawuf biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu masyarakat, di antaranya ahli dalam menyembuhkan penyakit dan lain-lain.  Mereka juga aktif menyebarkan dan mengajarkan ajaran agama Islam. Penyebaran agama Islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, pikiran, dan budaya masyarakat pada masa itu, sehingga ajaran agama Islam dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat.  Ahli tasawuf ada masa itu antara lain Hamzah Fansuridi Aceh dan Sunan Panggung di Jawa.

Melalui berbagai saluran tersebut, Islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13 M. Alasannya adalah sebagai berikut.
  • Islam bersifat terbuka sehingga penyebaran agama Islam dapat dilakukan oleh siapa saja atau oleh setiap orang Muslim
  • Penyebaran Islam dilakukan secara damai
  • Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat
  • Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan dengan sederhana
  • Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu

sumber gambar :
http://www.biography.com/imported/images/Biography/Images/Profiles/P/Marco-Polo-9443861-1-402.jpg
http://eventsandpromo.info/wp-content/uploads/2010/08/ibn_battuta_07.jpg
Lanjut Baca »

3 Oktober 2012

Jaringan Hewan : Epitel

Organisme multiseluler mempunyai struktur yang sangat kompleks, melibatkan berbagai tingkat organisasi tubuhnya:
sel -> jaringan -> organ -> sistem organ

Secara histologi diklasifikasikan atas empat jaringan utamayaitu epitel, penghubung/ikat, otot, dan saraf.

Ada beberapa cara untuk membedakan jaringan, yaitu:
  • Tipe dan fungsi sel. Kita bisa melihat bentuk dan penampilan sel.
  • Komponen matriks. 
    • Protein fibrous.
    • Komponen dasar
      • Clear Gel (FCF, plasma, cairan)
      • Elastis atau keras dalam kartilago atau tulang
  • Ruang yang ditempati sel versus matriks
    • Jaringan pengubung biasanya dipisah berjauhan
    • Sedikit matriks diantara jaringan epitel dan jaringan otot


Jaringan epitel (Epithelial Tissue)

Merupakan jaringan yang membatasi permukaan tubuh ataupun bagian dalam tubuh. Susunan sel rapat tanpa ruang antarsel. Tidak mempunyai pembuluh darah.
Jaringan epitel mempunyai membran basal (basement membrane) sebagai tempat berdirinya sel epitel dan ujung saraf. Membran basal merupakan lapisan tipis yang terdiri dari kolagen dan protein perekat. Membran basal menghubungkan epitelium dengan jaringan pengikat. Karena sel epitel tersusun rapat maka membran basal berguna untuk menyalurkan zat dari atau ke jaringan pengikat dibawahnya. Permukaan membran yang berhubungan dengan sel epitel disebut lamina basalis. Sedangkan permukaan membran yang berhubungan dengan sel lain disebut lamina retikularis.

membran basal


Fungsi epitel adalah sebagai :
  • pelindung atau proteksi, misalnya jaringan epitel kulit. 
  • kelenjar, yaitu jaringan bertugas menghasilkan getah. Kelenjar ini dibedakan menjadi dua, yaitu 
    • kelenjar eksokrin, menghasilkan getah yang dialirkan melalui suatu saluran, misalnya kelenjar keringat;
    • kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, menghasilkan getah yang langsung dialirkan ke dalam darah. Contoh kelenjar tiroid.
  • penerima rangsang atau reseptor. Epitel yang bertugas menerima rangsang disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Contohnya epitel yang berada di sekitar alat-alat indera.
  • Pintu gerbang lalu lintas zat, artinya epitel ini berfungsi untuk melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Misalnya, epitel yang membentuk alveolus atau saluran buntu paru-paru. 
Klasifikasi berdasarkan bentuknya dikenal : Square (pipih), Cuboidal (kubus), Columnar (persegi panjang), Transisional (peralihan).

Berdasarkan lapisan dikenal : Simple (satu lapisan), Stratified (lebih dari satu lapisan), Pseudostratified (berlapis semu).

Simple squamous. Misalnya paru-paru, usus, alvioli, dll. Sel ini memiliki membran serous yang berair. Air yang ada untuk mengurangi gesekan yang terjadi.

simple-squamous

Simple Cuboidal. Misalnya ginjal. Darah akan masuk ke ginjal dan disaring. Setelah disaring darah akan dialirkan ke tempat lain. Sel ini akan menyaring darah dengan mengeluarkan zat-zat yang masih diperlukan tubuh seperti gula dan protein.

simple-cuboidal

Simple Columnar. Terdapat pada usus kecil : villi. Dalam pinggiran usus kecil terdapat vili yang disusun oleh sel simple columnar. Simple columnar beserta dengan microvili akan membantu menyerap protein seperti aktin.

simple-columnar

Pseudostratified Columnar. Pseudo artinya semu atau palsu. Sel ini juga sering dikatakan ciliated atau berbulu. Terdapat pada saluran pernapasan. Pada saluran ini terdapat sel goblet yang mengeluarkan lendir lengket atau mucus. Mucus terbuat dari miosin dan air. Kotoran yang masuk akan terperangkap di mucus dan dibawa keluar dengan bantuan sel pseudostratified columnar. Kotoran itu akan disapu seperti layaknya bulu mata. Misalnya orang merokok. Asap dan kotoran masuk ke saluran pernapasan dan terjebak di mucus. Ketika orang itu tidur dan bangun keesokan harinya, ia akan batuk. Karena di dalam saluran pernapasan, mucus diproduksi lebih banyak. Sehingga ia akan batuk untuk mengeluarkan kotoran beserta mucusnya.
pseudostratified-columnar


Stratified Squamous. Ada dua tipe yaitu non-keratin dan keratin.

nonkeratin-stratifiedsquamous
  • Non-kerartin. Terdapat pada area yang basah. Misalnya di mulut.
  • Keratin. Membentuk lapisan atas kulit bernama epidermis. Fungsinya untuk bertindak sebagai penghalang fisik yang memperlambat proses pengeluaran air serta melindungi kita dari patogen luar. 
keratin-stratifiedsquamous

Stratified Cubiodal. Jarang ditemukan pada tubuh. Terdapat pada beberapa keringat dan kelenjar mamalia serta testis. Biasanya merupakan dua lapisan sel yang tebal.

Trantitional. Bentuk sel ini berubah-ubah tergantung pada kondisi mana ia berada. Bisa berbentuk bulat atau pipih. Ditemukan pada uretra, kantung kemih. Misalnya air memenuhi kantung kemih, maka kantung tersebut akan membesar. Sel yang tadinya bulat berubah menjadi lebih pipih untuk memperbesar ruang kantung kemih.
trantitional-distended
sel memipih
trantitional-collapsed
sel membulat




Jaringan hewan lainnya : ototpenghubung

sumber gambar :
http://www.edu-graphics.com/marcia/images/Albums/Anatomy/Epithelium/slides/Epithelium%20009.jpg
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/cepscue.gif
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/cepsce.GIF
http://www.lima.ohio-state.edu/biology/images/anatomy/Pseudosratified%20columnar%20epithelium%20400X.jpg
http://www.mesacc.edu/~saufr37291/anatomy/images/nkerssq.jpg
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/ceptc.GIF
http://www.udel.edu/biology/Wags/histopage/colorpage/cep/ceptd.GIF
http://beyondthedish.files.wordpress.com/2011/11/basement-membrane.jpg
h
http://www.mesacc.edu/~saufr37291/anatomy/images/kss.jpg
Lanjut Baca »

Resensi

Resensi adalah tulisan atau karangan yang isinya merupakan penilaian ataupun pertimbangan tentang baik buruknya suatu karya.

Resensi sering juga disebut timbangan buku, bedah buku, ulasan, dsb.

Objek yang diresensi bisa berupa buku fiksi maupun nonfiksi, film, puisi/lagu, dan lukisan.

Penulis resensi disebut resensator.

Sistematika resensi :
  1. Identitas buku
  2. Judul buku
  3. Penulis
  4. Penerbit/Kota terbit
  5. Tahun terbit
  6. Ukuran buku
  7. Perwajahan buku
  8. Harga buku
  9. Pembuka
  10. Kepengarangan (tentang pengarang)
  11. Latar belakang pengarang atau penulis buku tersebut
  12. Sinopsis atau ringkasan buku
  13. Isi. Penilaian tentang kelebihan maupun kekurangan buku
  14. Penutup. Kesimpulan atau ajakan untuk membaca buku; menjelaskan keperluan buku itu untuk dibaca. 


Sasaran yang dinilai dalam sebuah buku
  • Buku fiksi. Membahas dan menilai : 
    • tema, 
    • alur, 
    • latar belakang,
    • sudut pandang, 
    • gaya bahasa (pilihan kata konotasi, kalimat menimbulkan imajinasi),
    • perwatakan tokoh, 
    • amanat.
  • Buku non-fiksi. Membahas dan menilai :
    • Sistematika/ organisasi buku, 
    • bahasa (pilihan kata denotasi, 
    • kalimat tidak menimbulkan tafsir ganda atau ambigu),
    • isi mempersoalkan bagaimana isi buku tersebut apakah memberikan detail, 
    • eliti, apakah ada sugesti atau tidak, 
    • perwajahan buku (lay out), 
    • keserasian tata letak, gambar, dan kulit buku, 
    • nilai buku terlihat pada kelebihan dan kekurangan buku tersebut 
    • apakah buku tersebut patut dibaca atau tidak
Simaklah contoh-contoh resensi buku di situs http://ulas-buku.blogspot.com/ 

Lanjut Baca »

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

Syarat keefektifan kalimat:
  • Adanya kesatuan gagasan. Terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Contoh :
    • Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit. Kalimat tsb. tidak efektif karena terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal. Maka seharusnya diganti menjadi "Bank yang memberi kredit membantu pihak yayasan dalam pembangunan gedung sekolah"
    • Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Kalimat tsb. tidak efektif karena salah memakai kata depan "dalam" sehingga gagasan kalimat menjadi kacau. Maka seharusnya kata "dalam" dihilangkan
    • Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalita akan memberi penyerahan pada pegawai baru. Kalimat tsb. tidak efektif karena tidak jelas siapa yang memberi penyerahan. Maka kita dapat menambahkan tanda koma (,) setelah sekretaris jika yang memberi penyerahan adalah manajer atau setelah agenda jika yang memberi penyerahan adalah sekretaris
  • Kepaduan unsur (koherensi). Yaitu hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Contoh:
    • Kepada setiap pengendara mobil di Medan harus memiliki SIM. Kalimat tsb. tidak efektif sebab tidak memiliki subjek. Maka dari itu, kita dapat menghilangkan kata "kepada" sehingga yang menjadi subjek adalah "setiap pengendara mobil"
    • Saya punya rumah baru saja diperbaiki. Kalimat tersebut tidak efektif karena memiliki struktur yang salah. Seharusnya kata "saya punya rumah" diganti menjadi "rumah saya". 
    • Yang saya sudah sarankan kepada mereka adalah merevisi anggaran proyek itu. Kalimat tersebut salah dalam pemakaian kata dan frasa. Kata "saya" dan "sudah" seharusnya dibalik menjadi "Yang sudah saya sarankan..."
    • Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. Kalimat tersebut tidak efektif karena unsur S-P-O tidak berkaitan erat. Seharusnya diganti menjadi "Para petani mendapat keterangan kelangkaan pupuk"
  • Keparalelan bentuk. Terdapatnya unsur yang sama derajatnya, sama pula susunan kata atau frasa yang dipakai dalam kalimat. Misal dalam sebuah perincian unsur pertama menggunakan verba maka unsur kedua dan seterusnya adalah verba juga. Jika bentuk pertama nomina (benda) maka unsur kedua dan seterusnya adalah nomina (benda) juga. Contoh :
    • Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label. Di unsur pertama sudah memakai awalan "pe-" maka seterusnya juga "pe-". Kalimat tersebut diganti menjadi "... pembelian buku, pembuatan katalog, dan pelabelan buku-buku"
    • Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha? Disini tampak ketidakseimbangan unsur. Kita bisa memilih untuk memakai "menjadi" saja atau "sebagai" saja. Kalimat bisa diganti menjadi "Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha?"
    • Demikianlah agar Ibu maklum, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Di awal kalimat sudah disinggung kata "Ibu", maka seterusnya juga memakai "Ibu". Jadi kata "perhatiannya" yang menggunakan orang ketiga diganti menjadi "perhatian Ibu" yang menggunakan orang kedua.
    • Dalam rapat itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran yang lebih gencar. Unsur pertama menggunakan kata kerja "peningkatan", maka seterusnya juga menggunakan kata kerja. Jadi kalimat tersebut diganti menjadi "... peningkatan mutu produk, peninggian waktu penyiaran iklan, dan pengencaran pemasaran"
  • Menggunakan kata baku
  • Kelogisan
  • Bentuk kata menggunakan EYD alias Ejaan Yang Disempurnakan
  • Tidak menimbulkan pleonasme. Pleonasme merupakan pemakaian kata yang sebenarnya tidak perlu dan terkesan berlebihan atau mubazir. Contoh :
    • Para siswa-siswa mengikuti kegiatan upaca bendera. Kata "para" mengandung arti "banyak". Sementara dalam kalimat tersebut "siswa-siswa" juga menunjukkan lebih dari satu siswa. Kita tidak perlu menggunakan dua kata berarti sama sekaligus. Jadi kita bisa memilih antara "para siswa" atau "siswa-siswa" saja.
    • Alice masuk ke dalam rumah. Kata "masuk" selalu mengarah ke "dalam" dan tidak pernah ke "luar". Kata "dalam" di kalimat tersebut sebaiknya dihilangkan. 
    • Aku melakukan ini semua demi untuk membahagiakan dirimu. Kata "demi" sama artinya dengan kata "untuk". Jadi kita bisa memakai kata "demi" saja atau "untuk" saja.
    • Mom menanam berbagai sayuran di rumah, seperti sayur kangkung, sayur bayam, dan sayur selada. Hiponim adalah kata-kata yang terwakili oleh kata hipernim. Hipernim pada kalimat ini adalah sayuran. Sementara kangkung, bayam, dan selada adalah hiponim. Di awal kalimat sudah dijelaskan tentang sayuran, oleh karena itu tidak perlu lagi dicantumkan kata sayur di belakang. Kata sayur dibelakang seharusnya dihilangkan. 
  • Tidak terkontaminasi. Kontaminasi terjadi karena salah penggabungan dua hal yang berbeda sehingga menjadi suatu hal yang tumpang tindih. Contoh :
    • Kadang kala aku suka membaca biografi seseorang. Kata "kadang kala" merupakan kata yang terkontaminasi. Seharusnya diganti menjadi "kadang-kadang" atau "ada kalanya". 
    • Aku sudah mengingatkanmu berulang kali. Kata "berulang kali" juga merupakan kata yang terkontaminasi. Seharusnya diganti menjadi "berulang-ulang" atau "sering kali".


Lanjut Baca »

Gaya


Hukum-hukum Newton tentang gerak dan gravitasi 

Hukum I Newton : 
Sebuah benda yang diam akan tetap diam dan yang bergerak akan terus bergerak lurus beraturan jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda.
ΣF = 0

Hukum II Newton :
Percepatan yang dialami oleh sebuah benda, besarnya sebanding dengan besar gaya, searah gaya, dan berbanding tegak lurus dengan massa benda.
a = ΣF/m

Hukum III Newton :
Apabila A mengerjakan gaya pada B, maka B akan mengerjakan gaya pada A yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
Faksi= -Freaksi

GAYA

Gaya gesekan (f) termasuk gaya kontak atau langsung yang ada jika dua buah benda bersentuhan langsung secara fisik, dan bekerja pada permukaan benda. Arah gaya gesekan cenderung berlawanan arah dengan arah gerak.
Gaya gesekan terbagi menjadi dua yaitu statis (fs) yang diam, dan kinetic (fk) yang bergerak. Umumnya fs ≥fk
Gaya Normal adalah gaya yang arahnya selalu tegak lurus bidang.

Pelajarilah gambar-gambar berikut.
ΣF=m.a
N-W=0
N=W=m.g
ΣF=m.a
N+P-W=0
N=W-P
ΣF=m.ay
N+P sinα-W=0
N=W-P sinα
ΣFy = m.ay=0
N-W-P sinα=0
N=W+P sinα
ΣFy=m.ay=0
N-W cosα=0
N=W cosα =m.g.cosα
ΣF=m.ax=0
P-N=0
N=P
ΣF=m.ax=0
P cosα-N=0
N=P cosα
ΣF=m.ay=0
N+W=P
N=P-W

Sumber gambar : karangan sendiri. http://hanaruhanaru.blogspot.com/
Lanjut Baca »

13 September 2012

Budaya Demokrasi

Demokrasi secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu dari kata "demos" yang artinya rakyat dan "kratos" atau "kratein" yang artinya pemerintahan. Artinya suatu pemerintahan yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat. Secara umum demokrasi artinya suatu pola kehidupan yang dilandasi kebebasan.

Demokrasi lahir dari sebuah pemikiran yang didasari oleh rasa kemanusiaan dan keadilan bahwa rakyat juga memiliki hak untuk terlepas dari belenggu diktator, bahwa penyelenggaraan negara adalah untuk kepentingan rakyat. Dari bentuknya (formal) demokrasi merupakan pemerintahan yang dijalankan oleh orang banyak, sedangkan dari isinya (material) demokrasi ialah pemerintahan yang dilakukan oleh orang banyak.


Ada satu pengertian mengenai demokrasi yang di anggap paling populer diantara pengertian yang ada. Pengertian tersebut dikemukakan pada tahun 1863 oleh Abraham Lincoln yang mengatakan demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the peolple).


Menurut Afan Gaffar ada beberapa pokok demokrasi, yaitu :
  • Kedaulatan rakyat berada di tangan rakyat. Contoh: Adanya pelaksanaan pemilu dan pilkada
  • Pemerintahan perwakilan. Contoh: Adanya DPD, DPR, MPR
  • Persetujuan bebas mayoritas rakyat. Contoh: Hasil pemilu
  • Pelaksanaan hak-hak sosial dan politik. Contoh: Mencalonkan diri sebagai presiden
  • Kekuasaan pemerintah terbatas dan diawasi. Contoh: Adanya UU
  • Penghargaan dan perlindungan HAM. Contoh: Adanya komnas HAM
  • Tegaknya hukum dan keadilan. Contoh: Adanya hukuman yang dijatuhkan pada pelaku yang melanggar undang-undang sesuai dengan kejahatan yang dilakukan.

Menurut Padmo Wahyono ada beberapa macam demokrasi yakni :
  • Demokrasi Barat (liberal). Adalah adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Dan karenanya lebih bertujuan menjaga tingkat representasi warga negara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain.  Demokrasi ini dianut oleh Eropa dan Amerika.
  • Demokrasi Timur (Proletar). Demokrasi timur mengutamakan upaya-upaya menghilangkan perbedaan dalam bidang ekonomi, partai penguasa (sebagai representasi kekuasaan negara) akan menjadikan segala sesuatu sebagai milik negara. Hak milik pribadi tidak diakui. Demokrasi ini dianut oleh Rusia, Cekoslowakia, Polandia, Cina, dan Hungaria.
  • Demokrasi Tengah. Persamaan hak dan derajat setiap orang diakui, tetapi demi kesejahteraan masyarakat ada hal-hal tertentu yang harus dibatasi dan diatur oleh negara. Demokrasi ini banyak dianut oleh negara-negara Asia. 

Menurut M. Solly Lubis ada beberapa macam demokrasi yakni:
  • Demokrasi barat dan Demokrasi Rusia
  • Demokrasi yang representatif dengan sistem pemisahan kekuasaan
  • Demokrasi yang representatif dengan sistem referendum

Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.


Menurut Kranenburg ada beberapa tipe demokrasi yakni:
  • Demokrasi atau pemerintahan rakyat yang representatif dengan sistem presidental.
  • Demokrasi atau pemerintahan rakyat yang representatif dengan sistem parlementer.
  • Demokrasi atau pemerintahan rakyat yang representatif dengan sistem referendum.

Budaya Demokrasi bersumber dari pola pikir sebagai berikut :
  • Pemikiran bawa manusia merupakan ciptaan Tuhan.
  • Pemikiran adanya HAM.
  • Pemikiran tentang keputusan bersama, kebenarannya lebih terjamin.
  • Pemikiran yang menyebutkan bahwa ada permasalahan antar-individu.


Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi yang berlaku secara universal.

Ciri-ciri demokrasi menurut:
  • G. Bingham Powell Jr. menyebutkan lima kriteria terwujudnya demokrasi yaitu :
    • Pemerintah mengklaim dirinya mewakili hasrat para warga negara. Misalnya pemerintah membuat suatu kebijakan negara untuk rakyat.
    • Klaim tersebut berdasarkan pada pemilihan kompetitif secara berkala antara calon alternatif. Dengan pemilu yang diadakan tiap lima tahun sekali dan calon-calon pilihan yang bersaing. 
    • Kebanyakan orang dewasa dapat ikut serta, baik sebagai pemilih maupun calon untuk dipilih.
    • Pemilihan dilakukan secara bebas.
    • Para warga negara memiliki kebebasan-kebebasan dasar, yaitu kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan berkumpul, berorganisasi serta membentuk partai politik.
  • Robert A. Dahl menyatakan bahwa demokrasi memiliki tujuh cara hakiki atau mendasar, yakni:
    • Pejabat yang dipilih.
    • Pemilihan yang bebas dan fair.
    • Hak pilih yang mencakup semua.
    • Hak untuk menjadi calon suatu jabatan.
    • Kebebasan pengungkapan diri secara lisan dan tertulis. 
    • Informasi alternatif (TV, radio)
    • Kebebasan membentuk asosiasi.
  • Afan Gaffar, menyebutkan lima pokok demokrasi yaitu:
    • Akuntabilitas.
    • Rotasi kekuasaan.
    • Rekruitmen politik yang terbuka.
    • Pemilihan umum.
    • Menikmati hak-hak dasar.
  • Miriam Budiarjo menegaskan bahwa demokrasi konstitusional terdiri dari:
    • Perlindungan konstitusional.
    • Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
    • Pemilihan umum yang bebas.
    • Kebebasan menyatakan pendapat.
    • Kebebasan berserikat atau berorganisasi dan beroposisi.
    • Pendidikan kewarganegaraan.
    • Kebijakan politik ditetapkan atas dasar kehendak mayoritas.
  • Benhard Sutor menyebutkan bahwa demokrasi memiliki tanda-tanda empiris, yaitu jaminan terhadap hak-hak untuk mengeluarkan pendapat, memperoleh informasi, kebebasan pers, berserikat, dan berkoalisi, berkumpul dan berdemonstrasi, mendirikan partai-partai, beroposisi, pemilihan yang bebas, dua alternatif, serta para wakil dipilih untuk waktu terbatas.
  • Reinholf Zippelius menegaskan bahwa pemlihan umum harus secara efektif menentukan siapa-siapa yang memimpin negara, arah kebijakan apa yang mereka ambil, serta dalam demokrasi pendapat umum memainkan peranan penting. 
  • Jack Lively menyebutkan tiga kriteria kadar kedemokrasian sebuah negara, antara lain :
    • Keterlibatan dalam proses-proses pengambilan keputusan.
    • Sejauh mana keputusan pemerintah berada di bawah kontrol masyarakat.
    • Sejauh mana warga negara biasa terlibat dalam administrasi umum.

Adapun yang menjadi prinsip demokrasi dapat ditinjau dari pendapat Alamudi, yang kemudian dikenal dengan soko guru demokrasi :
  • Kedaulatan rakyat.
  • Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah.
  • Kekuasaan mayoritas.
  • Hak-hak minoritas.
  • Jaminan HAM.
  • Pemilihan yang bebas dan jujur.
  • Persamaan di depan hukum.
  • Proses hukum yang wajar.
  • Pembatasan pemerintah secara konstitusional.
  • Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik.
  • Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerjasama dan mufakat.


Asas Pokok Demokrasi :
  • Pengakuan partisipasi rakyat di dalam pemerintahan. Misalnya, pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia.
  • Pengakuan Harkat dan Martabat Manusia. Misalnya, adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

Negara yang menganut asas kedaulatan rakyat atau demokrasi mempunyai ciri-ciri yang pada dasarnya merupakan esensi dari budaya demokrasi, yakni:
  • Adanya lembaga perwakilan rakyat yang mencerminkan kehendak rakyat
  • Adanya pemilihan umum yang bebas dan rahasia.
  • Adanya kekuasaan atau kedaulatan rakyat yang dilaksanakan oleh lembaga yang bertugas mengawasi pemerintah
  • Adanya susunan kekuasaan badan atau lembaga negara ditetapkan dalam undang-undang negara (sebuah konstitusi)
Di negara Indonesia, demokrasi yang dijalankan adalah Demokrasi Pancasila. Yang merupakan suatu paham demokrasi yang bersumber pada pandangan atau falsafah hidup bangsa Indonesia yang digali dari kepribadian rakyat Indonesia sendiri. Dari falsafah hidup bangsa Indonesia inilah, kemudian timbul dasar falsafah negara bernama Pancasila yang tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Demokrasi Pancasila merupakan budaya demokrasi bercorak khas Indonesia yang mendandung prinsip berikut :
  • Pemerintahan berdasarkan Hukum
  • Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia
  • Pengambilan Keputusan atas Dasar Musyawarah
  • Peradilan yang Merdeka
  • Adanya partai politik dan organisasi sosial politik


sumber : 
http://shadowofheisei.wordpress.com/2008/11/16/demokrasi-liberal/
http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/demokrasi/
http://www.scribd.com/doc/16075778/Demokrasi
Aim Abdulkarim dan Trisna Sukmayadi. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Karakter Bangsa untuk Kelas XI SMA/MA/SMK. Bandung:Grafindo Media Pratama.
Lanjut Baca »

9 September 2012

Geyser

geyser
fly geyser

Geyser merupakan sebuah sumber air panas yang menyemburkan air panas dan uap ke permukaan tanah. Geyser tergolong langka dan jumlah hanya sekitar seribu di dunia. Salah satu geyser yang terkenal di dunia adalah Old Faithful di Taman Nasional Yellowstone. Geyser yang satu ini terkenal karena tidak pernah gagal meletus "on time", bahkan selama delapan puluh tahun pengawasan.

Bagaimana Geyser bekerja?

Geyser ada karena beberapa faktor diantaranya adalah adanya sumber panas, air, tempat penampungan air, dan saluran air bawah tanah. Sumber panas didapat dari aktivitas volkanik, air dari dalam tanah, sementara saluran dan tempat penampungan terjadi secara alami.

Untuk dapat menyemburkan air ke permukaan, geyser memerlukan panas. Air panas yang datang dari bawah permukaan tanah yang dalam mengalir ke saluran geyser. Sebagian air panas itu berubah menjadi uap. Uap dan air panas itu kemudian bercampur dengan air yang lebih dingin dari saluran air geyser sampai saluran itu penuh.

Uap air yang terbentuk dari dalam naik dan bergabung dengan air yang lebih dingin. Seiring berjalannya waktu, air yang tadinya dingin lama-kelamaan akan menjadi panas dan mencapai titik didihnya.

Proses mengisi dan memanaskan itu berlanjut sampai geyser penuh ataupun hampir penuh dengan air. Geyser yang kecil akan memerlukan waktu beberapa menit sementara yang besar memerlukan beberapa jam. Saat geyser penuh dengan air, geyser tersebut siap untuk meletus. Proses memanaskan harus terjadi seiring dengan proses mengisi. Hanya dengan adanya sumber panas itulah, geyser bisa meletus hingga beberapa detik. Tiap geyser berbeda satu sama lainnya. Beberapa akan panas terlebih dahulu sebelum airnya terisi penuh. Sementara yang lainnya akan terisi penuh terlebih dahulu sebelum cukup panas, terkadang air akan merembes keluar beberapa saat sebelum terjadi letusan. Tapi akhirnya, letusan akan tetap terjadi.

Karena lama kelamaan seluruh airnya akan mencapai titik didih tertinggi alias seratus derajat celcius, gelembung uap air tidak lagi menghilang di dekat permukaan. Bahkan, karena lebih banyak air panas memasuki geyser, makin banyak dan besar pula gelembung uap air yang terbentuk dan naik ke permukaan. Awalnya gelembung itu bisa naik sampai ke dekat permukaan. Tapi akan ada waktunya saat gelembung uap itu terlalu banyak dan tidak bisa lagi dengan mudah naik ke atas. Terkadang mereka mengalami semacam penyempitan dan terdesak di saluran. Untuk bisa melakukannya, mereka harus menyembur keluar melewati lubang sempit. Tekanan air ini menyebabkan air yang berada di atasnya keluar dari geyser.

Letusan akan terus terjadi sampai antara airnya sudah habis atau temperaturnya dibawah titik didih. Setelah letusan selesai, seluruh proses mulai dari mengisi, memanaskan, dan mendidih itu akan terulang kembali dan mengakibatkan letusan lain.

geyser
strokkur geyser

sumber : http://www.uweb.ucsb.edu/~glennon/geysers/
http://matthewneer.com/wp-content/uploads/2010/04/FlyRanchGeyser.jpg
http://www.travelvivi.com/wp-content/uploads/2011/08/strokkur-geyser.jpg

Lanjut Baca »

Organ Tumbuhan

Organ tubuh tumbuhan biji yang pokok ada tiga, yaitu akar, batang, dan daun. Organ tubuh tersebut dapat bermodifikasi menjadi organ lain, misalnya akar berubah menjadi umbi karena fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan ataupun alat perkembangbiakan secara vegetatif. Batang berubah menjadi akar rimpang ataupun umbi batang, yang penting untuk menyimpan zat makanan dan perkembangbiakan secara vegetatif. Daun bermodifikasi menjadi bunga, yang mempunyai peran penting dalam perkembangbiakan secara generatif.


AKAR

Akar berasal dari akar lembaga (radikula), yaitu akar yang pertama kali tumbuh dari embrio dalam biji. Pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka, akar lembaga terus tumbuh sehingga dihasilkan akar tunggang. Pada tumbuhan monokotil, akar lembaga mati. Selanjutnya dari pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang mempunyai ukuran yang hampir sama, disebut akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil, ujungnya dilindungi oleh tundung akar atau kaliptra yang penting saat menembus lapisan tanah. Pada akar tumbuhan monokotil, di antara kaliptra dan ujung akar terdapat sel-sel pembentuk kaliptra, disebut kaliptrogen. Sel-sel Kaliptra yang letaknya dekat ujung mengandung butir-butir zat tepung, dinamakan kolumela.

kaliptra
radikula
radicle = radikula
Fungsi Akar :
  • Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau substrat tempat hidupnya. Kedalaman dan luasnya akar, umumnya berimbang dengan ketinggian dan rindangnya tumbuhan. 
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Atau sebagai akar nafas pada tumbuhan bakau.
  • Untuk menyerap air dan hara tanah serta mengalirkan ke batang.

Anatomi Akar 
Apabila dilakukan pengamatan terhadap sayatan akar dengan bantuan mikroskop maka akan tampak macam-macam jaringan yang menyusun akar. Pada sayatan membujur ujung akar, tampak adanya tudung akar, daerah pembelahan sel, daerah pembentangan sel, dan daerah differnsiasi atau pematangan sel. 
akar secara membujur. differentiation=differensiasi, elongation=perpanjangan, division=pembagian
Pada sayatan melintang akar akan terlihat dari luar ke dalam jaringan-jaringan penyusunnya, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele atau silinder pusat. 

akar secara melintang


  • Epidermis Akar. Sel-sel epidermis tersusun rapat, memiliki satu lapisan sel, tidak mempunyai ruang antarsel. Dinding selnya tipis bersifat semipermeabel, serta mudah dilewati air dan hara tanah. Sel-sel apidermis yang terletak di belakang titik tumbuh akar dan segaris xilem, dapat tumbuh membentuk bulu akar. Terbentuknya bulu akar menyebabkan permukaan akar menjadi lebih luas sehingga penyerapan zat menjadi lebih efisien. Makin jauh dari ujung akar, dinding sel epidermis makin tebal dan bersifat impermiabel (tidak dapat dilalui oleh air dan hara tanah). Sel-sel tersebut mempunyai fungsi pokok sebgai pelindung jaringan.
  • Korteks. Korteks atau kulit pertama akar terdiri atas lapisan-lapisan sel berdinding tipis. Sel-sel tersebut mempunyai banyak ruang antarsel yang penting untuk pertukaran zat.
  • Endodermis. Endodermis merupakan lapisan terdalam korteks dan sekaligus sebagai pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis tersusun rapat, tanpa ruang antarsel. Sel endodermis yang masih muda dinding selnya tipis dan bersifat semipermeabel. Namun, sejalan dengan bertambahnya umur tumbuhan, dinding sel endodermis yang bertambah umurnya juga mengalami perubahan. Mula-mula dinding sel yang letaknya tegak lurus dengan silinder pusat mengalami penebalan zat gabus, disebut pita Caspary. Penebalan dinding sel oleh gabus ini menyebabkan dinding sel tersebut tidak dapat dilalui air (bersifat imepermeabel). Untuk menuju ke silinder pusat, air melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat dan protoplasma yang bersifat semipermeabel. Untuk menjaga agar air tetap dapat masuk ke silinder pusat, sel-sel endodermis yang letaknya segaris dengan xilem, dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel ini disebut sel peresap atau sel penerus
endodermis

pita kaspari
Stele / Silinder pusat
Stele merupakan bagian terdalam dari akar. Bagian ini terdiri atas beberapa macam jaringan, yaitu sebagai berikut :
  • Perisikel atau perikambium. Merupakan lapisan terluar dari stele. Dalam perkembangan selanjutnya, sel-sel perisikel yang letaknya segaris dengan xilem dapat berubah menjadi jaringan meristem. Sel-selnya membelah ke arah luar, akhirnya terbentuklah cabang akar. Karena pembentukan cabang akar dimulai dari silinder pusat (dari lapis perisikel) maka pertumbuhan cabang akar tersebut bersifat endogen
  • Vasis atau berkas pembuluh angkut. Terdiri atas xilem dan floem, yang tersusun bergantian menurut arah jari-jari. Pada tumbuhan dikotil, di antara xilem dan floem terdapat kambium. Dalam penampang melintang akar, kambium tampak seperti bintang. Kambium ini merupakan titik tumbuh sekunder, ke dalam membentuk xilem dan ke luar membentuk floem.
  • Jaringan parenkim, jaringan pengisi daerah di antara vasis. Jaringan ini biasa disebut empulur.




BATANG

Batang adalah bagian tumbuhan yang meliputi akar, batang, cabang, dan ranting. Pada awal terbentuknya, batang berasal dari batang lembaga yang terdapat pada embrio di dalam biji. Pada pertumbuhan selanjutnya, batang berasal dari meristem apikal. Perkembangan meristem apikal pada tumbuhan dikotil dan monokotil terdapat perbedaan yang khas. Akibatnya susunan anatomi jaringannya pun berbeda.

Batang umumnya terdapat di permukaan, tetapi yang terpenting adalah bagian yang berdaun.

Batang berfungsi untuk :
  • Tempat perlintasan air dan mineral juga hasil fotosintesis.
  • Tempat penyimpanan cadangan makanan.
  • Sebagai alat reproduksi vegetatif.

Batang Dikotil

Batang dikotil berasal dari meristem apikal. Meristem apikal pada ujung batang ini, sel-selnya senantiasa membelah, menyebabkan batang selalu tumbuh memanjang. Bagian inilah yang disebut titik tumbuh. Di belakang titik tumbuh batang tersebut bakal daun muda yang membulat, melindungi bakal cabang batang sehingga setelah daun mekar, calon cabang batang tampak dari luar. Oleh karena itu, cabang batang dikatakan bersifat eksogen.

Meristem apikal batang belum mengalami differensiasi. Proses differensiasi terjadi pada bagian batang di belakang meristem apikal. Sel-sel jaringan pada bagian ini akan mengalami differensiasi menjadi beberapa jaringan primer, seperti epidermis, korteks, dan silinder pusat (stele).

Bila dibuat sayatan melintang batang dikotil, tampak jaringan penyusunnya-urut dari luar kedalam-adalah epidermis, korteks, endodermis, dan stele. 
  • Epidermis. Terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Dinding sel sebelah luar yang langsung berbatasan dnegan udra mengalami penebalan dari zat gabus atau kutikula. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya. Setelah batang mengalami pertumbuhan sekunder, di beberapa tempat epidermis pecah dan terbentuk jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus. Bagian ini disebut lentisel untuk pertukaran gas.   
  • Korteks. Atau sering disebut kulit pertama. Korteks bagian luar yang dekat dengan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, sedangkan makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. Sel-sel korteks tidak tersusun rapat dan mempunyai banyak ruang antarsel yang amat penting untuk berlangsungnya pertukaran gas. Pada korteks batang, berbagai jenis tumbuhan sering ditemukan misalnya klorenkim, zat tanin, kolenkim, zat tepung, sel batu, dan serat. Kadang kala juga sering ditemukan adanya kelenjar minyak. Bagian terdalam dari korteks adalah endodermis atau kulit dalam.
  • Endodermis. Terusun atas selapis sel yang mempunyai bentuk dan susunan khas. Jaringan ini merupakan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Endodermis tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae mengandung zat tepung sehingga sering disebut sarung tepung. Pada tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae, endodermisnya tidak mengandung zat tepung. 
  • Stele atau silinder pusat. Merupakan bagian terdalam dari batang. Lapisan terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. Di sebelah dalam perisikel terdapat parenkim yang terdapat di tengah-tengah stele. Empulur juga terdapat di sekitar kelompok-kelompik ikatan pembuluh, seperti jari-jari, disebut jari-jari empulur. Ikatan pembuluhnya terdiri atas xilem dan floem yang tersusun secara kolateral. Artinya xilem dan floem yang berada dalam keadaan bersisihan, yaitu xilem disebelah dalam dan floem disebelah luar. 

Pada batang muda, kambium hanya terdapat di antara xilem dan floem disebut kambium intravasikuler. Pada perkembangan selanjutnya, parenkim di daerah antarvasis juga berubah menjadi kambium, disebut kambium intervasikuler. Dengan demikian, kambium tersebut berupa lingkaran utuh. 

Beberapa jenis tumbuhan dikotil batangnya tetap lunak dan tidak berkayu. Tumbuhan demikian disebut herba. Tidak semua tumbuhan herba mengalami pertumbuhan sekunder. 

Pada beberapa jenis tumbuhan herba, kambiumnya hanya terdapat pada vasis. Dengan demkian, pertumbuhan sekundernya hanya terbatas pada vasisnya saja. Bagian lain dari batang akan mengalami pertumbuhan sekunder oleh aktivitas kambium intervasikuler yang tidak merata. Kambium ini membentuk kayu atau parenkim saja. Pada herba tertentu, misalnya batang bunga matahari, kayu hanya berbentuk pada bagian batang yang tua saja. 

Tumbuhan herba yang tidak mengalami pertumbuhan sekunder, memiliki ciri khas yang berumur pendek. Tumbuhan yang demikian, misalnya adalah kacang tanah, kacang panjang, kenikir, bunga matahari, dan kangkung. 


Batang Monokotil

Berbeda dengan batang tumbuhan dikotil, meristem apikal batang tumbuhan monokotil lebih kecil. Meristem ini berkembang menjadi kuncup aksiler, bakal daun, tunas ketiak, dan epidermis. Di bawah meristem apikal terdapat meristem primer yang melebar ke sekelilingnya serta menebal, disebut meristem perifer atau meristem tepi. Meristem perifer ini berkembang menjadi bagian utama dari batang yang berisi ikatan pembuluh.


  • Epidermis biasa dilengkapi dengan stomata dan bulu-bulu, serta memiliki dinding yang tebal dilapisi kutikula. Di bawah epidermis terdapat korteks atau hipodermis. Batas korteks dan stele biasanya tidak kelihatan jelas. Namun demikian, pada beberapa jenis monokotil, batas korteks dan stele amat jelas. 
  • Stele terisi oleh ikatan pembuluh yang tersebar dan bertipe kolateral tertutup karena di antara xilem dan floemnya tidak ditemukan adanya kambium. Jumlah ikatan pembuluhnya amat banyak. Setiap ikatan pembuluh didampingi atau dilingkari oleh sarung skelenkim.
  • Silinder pusat berisi pembuluh angkut yang tersebar pada empelur, terkonsentrasi tertama mendekati kulit batang. Ke tepi, jumlah pembuluh banyak tetapi kecil, makin ke tengah, pembuluh lebih besar tetapi jumlahnya sedikit.
  • Di tengah-tengah stele terdapat empulur. Pembessaran batang dilakukan dengan pembentukan rongga dengan menghilangkan bagian empelur kecuali baga bagian kuku. Contohnya bambu.

Tidak adanya kambium menyebabkan batang monokotil pada umumnya tidak dapat tumbuh membesar. Oleh karenanya, seluruh jaringan pada batang monokotil merupakan jaringan primer. Namun demikian, beberapa jenis tumbuhan monokotil, seperti beberapa jenis palem, sesuji, dan nanas seberang, batangnya dapat membesar. 




DAUN

Daun merupakan organ tumbuhan yang mempunyai peran penting dalam memproduksi bahan makanan. Karena dalam daunlah terdapat jaringan yang paling banyak mengandung klorofil. Di samping itu, daun merupakan organ tubuh yang paling luas permukaannya sehingga dapat menyerap engergi cahaya matahari sebesar-besarnya.

Anatomi Daun
Macam jaringan yang menyusun daun pada dasarnya sama dengan jaringan yang menyusun akar dan batang, yaitu epidermis, parenkim, dan jaringan pembuluh.

anatomi-daun

Epidermis. Terdapat pada bagian permukaan atas dan bawah daun. Epidermis berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di sebelah dalam. Pada permukaan daun, terdapat lapisan kutikula yang berfungsi mencegah penguapan. Pada epidermis juga terdapat stomata, yaitu lubung yang dibentuk oleh sel epidermis yang berubah bentuk. Sel tersebut disebut dengan sel penjaga (guard cell).

stomata

Untuk tumbuhan darat yang posisi daunnya mendatar, umumnya stomata terdapat pada epidermis permukaan bawah daun. Sedangkan untuk daun yang posisinya tegak, biasanya stomata terletak pada kedua sisi permukaan daunnya. Pada tumbuhan yang daunnya terdapat pada permukaan air, stomata terletak pada permukaan atas daun. Jumlah stomata pada setiap jenis tumbuhan berbeda. Tumbuhan air biasanya memiliki lebih banyak stomata untuk menambah penguapan air.


Parenkim. Terdapat di bawah epidermis. Parenkim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu parenkim palisade dan spons. Kedua parenkim tersebut merupakan mesofil atau daging daun. Pada parenkim ini terdapat banyak klorofil sehingga pada bagian inilah proses fotosintesis berlangsung.

Ikatan Pembuluh. Terdiri atas xilem dan floem. Ikatan pembuluh atau vasis ini terdapat di dalam tulang-tulang atau urat daun, yang tampak menonjol pada permukaan bawah daun. Ikatan pembuluh ini merupakan lanjutan ikatan pembuluh pada batang dan akan berakhir pada celah kecil yang terdapat pada tepi daun. Celah ini disebut hidatoda.
ikatan-pembuluh



sumber gambar :
http://www.cactus-art.biz/note-book/Dictionary/aaa_Dictionary_pictures/root_tip.jpg
http://www.daviddarling.info/images/hypogeal_germination.jpg
http://www.uic.edu/classes/bios/bios100/lectf03am/rootanatomy.jpg
http://images.tutorvista.com/content/plant-histology/dicot-root-cress-section.jpeg
http://blog.lib.umn.edu/michaels/fall09courseguide/casparian.jpg
http://www.biologie.uni-hamburg.de/b-online/library/webb/BOT410/Roots/CaspStripXSTEM400.jpg
http://www.auburnschools.org/drake/jwilliams/New%20Stuff/Leaf%20Structure%20Diagram.jpg
http://thumbs.dreamstime.com/thumblarge_481/126707782224Dg0V.jpg
http://www.theconsultant.net/wp-content/photos/bean_leaf.jpg
Lanjut Baca »